Franciscus Sibarani: 110 Tahun Nyarumkop Jadi Bagian Penting Perjalanan Pendidikan Kalimantan Barat

SINGKAWANG, ZONAKALBAR.COM – Anggota Franciscus Sibarani: 110 Tahun Nyarumkop Jadi Bagian Penting Perjalanan Pendidikan Kalimantan Barat DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, menyampaikan rasa syukur, bangga, dan apresiasi atas perjalanan 110 tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop dalam membangun pendidikan dan sumber daya manusia di Kalimantan Barat.

Bagi Sibarani, usia 110 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Lebih dari satu abad tersebut merupakan perjalanan panjang pengabdian yang telah ikut membentuk wajah pendidikan dan melahirkan banyak generasi berkualitas dari Kalimantan Barat.

“Seratus sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Ada begitu banyak generasi yang datang, belajar, dibentuk, kemudian pergi membawa ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh dari Nyarumkop untuk mengabdi di berbagai tempat. Bagi saya, ini adalah salah satu warisan besar pendidikan Kalimantan Barat,” ujar Sibarani.

Persekolahan Nyarumkop memiliki akar sejarah pendidikan yang panjang. Kehadiran misi pendidikan di Nyarumkop tercatat sejak 1916 dan dalam perkembangannya melahirkan berbagai jenjang pendidikan serta pendidikan seminari. Sistem asrama juga menjadi bagian penting dalam tradisi pendidikan Nyarumkop, yang tidak hanya menekankan pembelajaran akademik tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kehidupan bersama, dan nilai spiritual.

Menurut Sibarani, keunikan tersebut membuat Nyarumkop memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan pendidikan Kalimantan Barat.

“Nyarumkop bukan hanya tempat anak-anak datang untuk sekolah. Di sini mereka dibentuk menjadi manusia yang memiliki ilmu, karakter, kedisiplinan, iman, dan kepedulian terhadap sesama. Pendidikan seperti inilah yang nilainya akan terus dibawa seseorang sepanjang hidupnya,” katanya.

Melahirkan Generasi untuk Kalimantan

Selama perjalanan panjangnya, Persekolahan Nyarumkop telah melahirkan alumni yang kemudian mengabdi dalam berbagai bidang kehidupan.

Dari lingkungan pendidikan ini tumbuh para uskup, pastor, suster, bruder, guru, pejabat pemerintahan, dokter, tenaga profesional, serta berbagai sosok lainnya yang kemudian memberikan kontribusi bagi gereja, masyarakat, Kalimantan Barat, dan Indonesia.

Bagi Sibarani, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya dilihat dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi dari nilai dan manfaat yang dibawa para alumninya setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kalau hari ini kita menemukan alumni Nyarumkop mengabdi sebagai rohaniwan, guru, dokter, pejabat, maupun dalam berbagai profesi lainnya, itu menunjukkan bahwa apa yang ditanam selama puluhan bahkan seratus tahun lebih telah berbuah. Mereka menjadi bagian dari perjalanan Kalimantan Barat,” tutur Sibarani.

Ia mengatakan, keberadaan pendidikan berasrama juga menjadi salah satu kekuatan Nyarumkop. Anak-anak dari berbagai daerah dapat hidup, belajar, dan bertumbuh bersama dalam lingkungan yang membentuk kemandirian serta rasa persaudaraan.

1000558009

Terima Kasih untuk 110 Tahun Pengabdian

Pada momentum 110 tahun ini, Sibarani secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang dari generasi ke generasi menjaga keberlangsungan Persekolahan Nyarumkop.

Apresiasi itu ditujukan kepada para pastor, suster, bruder, guru, pembina asrama, tenaga kependidikan, pengelola yayasan, alumni, orang tua, serta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Nyarumkop.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Persekolahan Nyarumkop yang selama 110 tahun tidak pernah lelah mendidik anak-anak Kalimantan Barat. Kita mungkin hanya melihat sekolah yang berdiri hari ini, tetapi di baliknya ada pengabdian banyak generasi yang memberikan tenaga, pikiran, waktu bahkan seluruh hidupnya untuk pendidikan,” ujar Sibarani.

Menurutnya, pengabdian selama lebih dari satu abad tersebut layak mendapatkan penghargaan karena pendidikan merupakan pekerjaan yang hasilnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.

“Mendidik seorang anak berarti menanam sesuatu untuk masa depan. Ketika itu dilakukan terus-menerus selama 110 tahun, kita bisa membayangkan betapa besarnya kontribusi Nyarumkop bagi Kalimantan Barat,” katanya.

Sibarani berharap momentum 110 tahun tidak hanya menjadi kesempatan mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi titik untuk melihat perjalanan Nyarumkop ke depan.

Menurutnya, tantangan pendidikan akan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan zaman. Namun nilai dasar pendidikan seperti karakter, disiplin, integritas, iman, solidaritas, dan semangat melayani harus tetap menjadi kekuatan.

“Selamat 110 tahun Persekolahan Nyarumkop. Terima kasih atas setiap anak yang telah dididik, setiap generasi yang telah dibentuk, dan setiap pengabdian yang diberikan untuk Kalimantan Barat. Semoga Nyarumkop terus bertumbuh, tetap menjadi rumah pendidikan, dan terus melahirkan manusia-manusia berkualitas untuk Kalimantan dan Indonesia,” tutup Sibarani.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 6 times, 6 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan