MEMPAWAH, ZONAKALBAR.COM – Semangat gotong royong mempertemukan berbagai pihak dalam sebuah karya kemanusiaan di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Franciscus Maria Agustinus Sibarani bersama PLN Kalimantan Barat melalui program Light the Dream turut mengambil bagian mendukung karya sosial Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh untuk menghadirkan rumah layak huni bagi seorang warga yang membutuhkan.
Karya sosial tersebut ditujukan bagi Lina (31), warga Desa Kecurit yang merupakan umat Stasi Dandang, Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh.
Lina menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia. Ia memiliki tiga orang anak. Dua anaknya saat ini tinggal bersama ibu mertuanya, sementara anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun tinggal bersamanya.
Sebelum mendapatkan bantuan rumah, Lina bersama anaknya tinggal di sebuah pondok durian di tengah kebun milik Ketua RT setempat. Pondok sederhana tersebut memiliki ruang yang terbatas dan kondisinya mulai rawan roboh, sehingga kurang layak menjadi tempat tinggal bagi seorang ibu bersama anak kecilnya.
Kondisi Lina kemudian diketahui oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat yang juga merupakan umat Katolik. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pastor Christianus Atun, Pastor Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh.
Dari situlah kepedulian mulai bergerak. Pastor Christianus bersama umat, masyarakat dan sejumlah pihak kemudian bergotong royong mengupayakan pembangunan rumah yang lebih layak bagi Lina dan keluarganya.
Upaya tersebut mendapat sambutan dari berbagai pihak. Selain kontribusi umat dan masyarakat, Franciscus Sibarani menjadi salah satu donatur besar yang mendukung karya sosial tersebut. Dukungan juga diperkuat dengan keterlibatan PLN Kalimantan Barat melalui program Light the Dream serta kebaikan hati berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi itu akhirnya menghadirkan hasil nyata. Dari sebelumnya tinggal di pondok durian yang sempit dan rawan roboh, kini sebuah rumah layak huni telah berdiri untuk Lina dan anaknya.
Baca juga:Karhutla Ancam Lingkungan dan Kesehatan, Pencegahan Dini Harus Jadi Prioritas
Pastor Christianus mengatakan, karya sosial tersebut berangkat dari kepedulian sederhana agar umat dan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa berjalan sendiri.
“Ketika kami mendengar dan melihat kondisi Ibu Lina, kami merasa harus berbuat sesuatu. Gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan rohani, tetapi juga harus hadir dan berjalan bersama umat, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan,” ujar Pastor Christianus.
Menurutnya, pembangunan rumah tersebut menjadi mungkin karena banyak pihak bersedia mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami bersyukur karena ketika niat baik ini disampaikan, umat, masyarakat dan berbagai pihak memberikan respons yang sangat baik. Ada yang membantu dengan tenaga, ada yang memberikan bahan, dan ada pula yang mendukung melalui donasi. Semua mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Baca juga:Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjagawa
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Sibarani, PLN Kalimantan Barat, umat, masyarakat dan seluruh pihak yang ikut membantu mewujudkan rumah tersebut.
“Kami berterima kasih kepada semua yang telah mengambil bagian. Karya ini menunjukkan bahwa ketika kepedulian bertemu dengan semangat gotong royong, kita dapat menghadirkan sesuatu yang nyata bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Pastor Christianus.
Sibarani: Rumah Ini Dibangun oleh Kepedulian Banyak Orang
Bagi Franciscus Sibarani, keterlibatannya dalam pembangunan rumah Lina merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang tumbuh langsung dari tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah salah satu dari banyak pihak yang mengambil bagian dalam karya sosial tersebut.
“Saya hanya salah satu dari banyak orang yang ikut membantu. Rumah ini bukan dibangun oleh satu orang. Ada Pastor, umat, masyarakat, PLN Kalimantan Barat, pemerintah desa dan banyak pihak yang memberikan perhatian. Justru kekuatan terbesar dari kegiatan ini adalah kebersamaannya,” ujar Sibarani.
Baca juga:Deteksi Dini Berhasil, Temukan 28 Kasus Baru HIV di Mempawah pada Semester I 2026
Menurut Sibarani, semangat seperti inilah yang harus terus dipelihara di Kalimantan Barat. Ketika masyarakat melihat ada sesama yang membutuhkan pertolongan, kepedulian dapat diwujudkan melalui kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Ketika ada saudara kita yang menghadapi kesulitan, kepedulian jangan berhenti pada rasa prihatin. Kalau kita memiliki kemampuan untuk membantu, sekecil atau sebesar apa pun, mari mengambil bagian. Ketika banyak orang melakukan hal yang sama, sesuatu yang sebelumnya terasa berat bisa menjadi lebih ringan,” katanya.
Sibarani juga memberikan penghargaan kepada Pastor Christianus dan jajaran Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh yang telah membangun semangat gotong royong tersebut, termasuk umat Stasi Dandang, masyarakat Desa Kecurit dan pihak-pihak yang memberikan dukungan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan PLN Kalimantan Barat melalui program Light the Dream yang semakin memperkuat kolaborasi dalam membantu keluarga Lina.
Menurut Sibarani, kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa persoalan sosial di tengah masyarakat tidak selalu harus diselesaikan oleh satu institusi atau satu pihak saja.
“Ketika gereja, masyarakat, dunia usaha, BUMN, pemerintah dan pribadi-pribadi yang peduli dapat bertemu dalam satu semangat, dampaknya tentu akan jauh lebih besar. Yang paling penting adalah tujuan akhirnya sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sibarani.
Dari Pondok Durian Menuju Rumah yang Lebih Layak
Bagi Lina, gotong royong berbagai pihak tersebut membawa perubahan besar dalam kehidupannya.
Rumah yang kini berdiri tidak sekadar menggantikan pondok durian yang sebelumnya ia tempati bersama anaknya. Rumah itu sekaligus memberikan tempat yang lebih aman bagi Lina untuk membesarkan anak dan menjalani kehidupan setelah kepergian suaminya.
Baca juga:Franciscus Sibarani Soroti Akses Bantuan Hukum di Daerah: Ketapang Hanya Miliki Dua OBH
Sibarani mengatakan, nilai utama dari karya sosial tersebut bukan semata-mata pada bangunan yang berhasil didirikan, melainkan harapan yang ikut tumbuh bersama rumah tersebut.
“Kita mungkin melihatnya sebagai sebuah rumah. Tetapi bagi keluarga yang menerimanya, rumah adalah tempat mereka beristirahat dengan tenang, membesarkan anak dan menata kembali kehidupan. Karena itu, bagi saya nilai kemanusiaannya jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik,” ungkapnya.
Menurut Sibarani, menjadi wakil rakyat juga berarti tetap memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan nyata yang ditemui masyarakat di daerah.
“Menjadi wakil rakyat bukan hanya berbicara tentang kebijakan di Jakarta. Kita harus tetap mendengar masyarakat dan melihat kondisi mereka di daerah. Tidak semua persoalan harus menunggu program besar. Ada waktunya kita hadir sebagai pribadi dan ikut berbagi sesuai kemampuan,” katanya.
Baca juga:Franciscus Sibarani Dorong Kementerian HAM Perkuat Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat
Keterlibatan PLN Kalimantan Barat melalui Light the Dream semakin mempertegas bahwa semangat kemanusiaan dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak.
Program pembangunan rumah Lina menjadi salah satu contoh bagaimana kepedulian yang berawal dari lingkungan terdekat dapat berkembang menjadi gerakan bersama.
Pastor Christianus berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah pembangunan rumah selesai.
“Harapan kami sederhana. Semoga rumah ini memberikan rasa aman dan menjadi tempat bagi Ibu Lina untuk membangun kembali harapan bersama keluarganya. Kami juga berharap karya seperti ini dapat menggerakkan semakin banyak orang untuk peduli kepada sesama di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Sibarani turut menyampaikan penghargaan kepada Pastor Christianus Atun, umat Stasi Dandang dan Paroki St. Christophorus Sungai Pinyuh, PLN Kalimantan Barat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, para donatur serta seluruh warga yang terlibat dalam gotong royong tersebut.
“Yang paling penting dari semua ini adalah semangat bersama untuk memastikan saudara kita tidak menghadapi kesulitan seorang diri. Semoga rumah ini menjadi tempat yang membawa ketenangan, kebahagiaan dan harapan baru bagi Ibu Lina dan keluarganya,” tutup Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- September 4, 2026BeritaGotong Royong untuk Sesama, Franciscus Sibarani Bersama PLN Kalbar Bersinergi dalam Karya Sosial Paroki Sungai Pinyuh di Mempawah
- September 4, 2026BeritaFranciscus Sibarani Buka Jalan Pendidikan ke Tiongkok Lewat Beasiswa Pendidikan, Tesar Wijaya dan Muhamad Aziz Cetak Sejarah untuk SMKN 1 Ketapang
- September 3, 2026BeritaFranciscus Sibarani Lepas Lima Anak Kalbar ke Tiongkok, Perluas Akses Pendidikan Berkualitas
- September 3, 2026KalbarHotspot Kalbar Tembus 2.000 Titik Sehari, BMKG Ingatkan September Masih Rawan Karhutla

