ZONA KALBAR COM – Profil Sujiwo, Bupati Kubu Raya, menarik perhatian publik karena perjalanan hidup dan kariernya yang berangkat dari latar belakang sederhana. Sosok Sujiwo dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan memiliki perjalanan panjang sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Kubu Raya.
Dari kehidupan sederhana di lingkungan perdesaan, menapaki dunia organisasi dan politik, hingga dipercaya memimpin Kabupaten Kubu Raya. Perjalanan H. Sujiwo, SE., M.Sos., adalah cerita panjang tentang seorang pemuda kampung, kerja keras, dan pengabdian.
Nama Sujiwo kini melekat sebagai Bupati Kubu Raya periode 2025–2030. Namun, jauh sebelum berada di kursi orang nomor satu di Kabupaten Kubu Raya, perjalanan hidupnya dimulai dari lingkungan masyarakat sederhana.
Sujiwo lahir pada 5 September 1969. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 4 Rasau Jaya, kemudian SMP Negeri Rasau Jaya dan SMA Negeri 7 Pontianak. Pendidikan tingginya berlanjut hingga meraih gelar sarjana ekonomi dan Magister Ilmu Politik di Universitas Tanjungpura.
Dari keluarga sederhana menuju panggung pengabdian
Kisah masa kecil Sujiwo tidak terlepas dari perjalanan keluarganya sebagai bagian dari masyarakat transmigran. Dalam tulisan Dahlan Iskan, ayah Sujiwo disebut pernah berdinas sebagai tentara dan kemudian mengikuti program transmigrasi ke Rasau, Kalimantan Barat. Sujiwo ikut bersama keluarganya ketika masih berusia sekitar 10 tahun.
Lingkungan itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan masyarakat bawah.
Kampung bukan hanya tempat tinggal. Bagi Sujiwo, kampung menjadi ruang belajar tentang bagaimana masyarakat bekerja, bertahan, saling membantu dan menghadapi persoalan kehidupan secara bersama-sama.
Dari lingkungan tersebut, ia kemudian aktif dalam organisasi sejak masa muda. Jejak organisasinya antara lain dimulai dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebelum kemudian masuk lebih jauh ke dunia politik dan pemerintahan.
Usia muda sudah masuk parlemen
Karier politik Sujiwo mulai mendapatkan panggung ketika ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Pontianak pada 1999.
Perjalanan itu terus berlanjut. Ia pernah menjadi Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pontianak, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya. Ia juga kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya sebelum akhirnya memasuki pemerintahan eksekutif sebagai Wakil Bupati. ([Kuburaya][1])
Pengalaman panjang di lembaga legislatif membuat Sujiwo menjalani perjalanan politik yang cukup panjang sebelum akhirnya memimpin langsung pemerintahan daerah.
Dari Wakil Bupati menjadi Bupati
Pada periode 2019–2024, Sujiwo menjabat sebagai Wakil Bupati Kubu Raya.
Pada 2025, ia kemudian menjabat sebagai Bupati Kubu Raya untuk periode 2025–2030. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mencatat Sujiwo sebagai Bupati Kubu Raya saat ini. ([Kuburaya][1])
Perubahan posisi tersebut sekaligus membawa Sujiwo pada tantangan yang lebih besar: mengelola kabupaten dengan masyarakat yang beragam serta wilayah yang terus berkembang.
Kampung tetap menjadi bagian dari cerita
Perjalanan Sujiwo menarik karena titik awal kehidupannya berada jauh dari gemerlap pusat kekuasaan.
Ia tumbuh dari lingkungan masyarakat yang dekat dengan kehidupan kampung dan masyarakat bawah. Karena itu, kisah Sujiwo bukan semata tentang perjalanan seorang politisi menuju jabatan bupati.
Lebih dari itu, kisah tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang tumbuh dari lingkungan sederhana dapat melewati berbagai tahapan kehidupan: menjadi aktivis organisasi, anggota DPRD, pimpinan DPRD, wakil bupati, hingga akhirnya dipercaya menjadi bupati.
Kubu Raya yang beragam
Sebagai Bupati Kubu Raya, Sujiwo juga menghadapi daerah dengan masyarakat yang sangat beragam.
Dalam sebuah pernyataan pada 2026, Sujiwo menyebut Kubu Raya sebagai miniatur Kalimantan Barat bahkan miniatur Indonesia karena masyarakatnya terdiri dari berbagai agama dan etnis. Ia menekankan persatuan dan kerukunan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. ([ANTARA News Kalbar][4])
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga mencatat pesan Sujiwo bahwa pembangunan membutuhkan persatuan. Menurutnya, keberagaman masyarakat harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan. ([Kuburaya][5])
Dari kampung untuk Kubu Raya
Perjalanan Sujiwo pada akhirnya menjadi cerita tentang mobilitas sosial: dari lingkungan sederhana, masuk dunia organisasi, menempuh pendidikan, menjalani karier politik selama bertahun-tahun, kemudian dipercaya memimpin daerah.
Kini, ketika berada di puncak pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, perjalanan panjang itu menjadi bagian dari identitasnya.
Sujiwo bukan sekadar nama di balik jabatan Bupati Kubu Raya. Ia adalah sosok yang perjalanan hidupnya berangkat dari lingkungan masyarakat bawah, tumbuh bersama dinamika Kubu Raya, kemudian kembali kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian melalui pemerintahan.**
Dari kampung, menapaki perjalanan panjang, hingga menjadi bupati.
Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa jalan menuju kepemimpinan tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Kadang, ia justru berawal dari sebuah kampung dan kehidupan sederhana.**
Baca juga: Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Kantor Pelayanan Publik Bersih Jelang HUT Kubu Raya
Baca Juga: Bupati Kubu Raya Sujiwo Dukung Penuh Pembinaan Atlet Madrasah
Baca Juga: Sujiwo Didesak Mundur, Pimpinan DPRD: Rakyat Kubu Raya 90% Puas dengan Kinerja Beliau
Penulis


- Ade Khairul Arya Putra Ade merupakan penulis di Zonakalbar.com yang fokus menyajikan berita aktual, informatif, dan terpercaya mengenai berbagai peristiwa di Kalimantan Barat maupun tingkat nasional. Liputannya mencakup isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi, olahraga, pendidikan, hingga peristiwa umum. Dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan cepat, Ade Putra berkomitmen menghadirkan informasi berkualitas yang memberikan manfaat bagi pembaca serta mendukung kebutuhan masyarakat akan berita yang kredibel.
- September 23, 2026InspiratorProfil Sujiwo Bupati Kubu Raya yang Tumbuh dari Kampung
- September 23, 2026Kubu RayaHISADA Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Gratis untuk Warga Desa Kalimas
- September 3, 2026Ketapang4 Warga Ketapang Jadi Tersangka Karhutla, Bakar Lahan Sendiri hingga Api Merembet
- September 3, 2026PontianakPemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjagawa

