KETAPANG, ZONAKALBAR.COM – Peringatan 80 tahun karya misi Kongregasi Pasionis (CP) di Ketapang menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang pelayanan Gereja Katolik, pendidikan, dan pendampingan masyarakat di wilayah tersebut. Sejak kehadiran para misionaris pada 1946, karya misi Pasionis telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan umat, khususnya masyarakat Dayak di pedalaman Ketapang.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, menyampaikan penghargaan atas pengabdian para misionaris Pasionis yang selama delapan dekade telah menghadirkan pelayanan iman, pendidikan, dan kepedulian sosial bagi masyarakat Ketapang.
“Delapan puluh tahun bukan waktu yang singkat. Ada begitu banyak sejarah iman, perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah ditorehkan para misionaris Pasionis di Ketapang. Bagi saya, ini adalah warisan yang sangat berharga dan tidak boleh kita lupakan,” ungkap Sibarani.
Perjalanan karya misi Pasionis di Kalimantan Barat bermula pada 26 Juli 1946, ketika tiga misionaris asal Belanda tiba di Pontianak. Pelayanan mereka kemudian berkembang hingga Ketapang dan wilayah pedalaman sekitarnya.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses pendidikan, para misionaris tidak hanya mewartakan Injil, tetapi juga membangun sekolah, membina umat, serta mendampingi masyarakat. Kontribusi tersebut turut membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak Dayak di pedalaman Ketapang.
Menurut Sibarani, warisan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Para misionaris Pasionis bukan hanya datang untuk mewartakan iman. Mereka juga memikirkan masa depan masyarakat, termasuk anak-anak Dayak di pedalaman Ketapang yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Dari karya mereka, lahir kesempatan bagi banyak generasi untuk belajar dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sibarani juga mengenang hubungan baik yang terjalin dengan para imam Pasionis melalui kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengembangan pendidikan, termasuk di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.
Baginya, peringatan 80 tahun karya misi Pasionis di Ketapang bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat pelayanan dan pengabdian harus terus dilanjutkan.
“Semangat yang diwariskan para Pasionis mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah bagian dari pengabdian kepada sesama. Anak-anak Ketapang, termasuk dari wilayah pedalaman, memiliki potensi besar. Mereka membutuhkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Sibarani.
Menutup pernyataannya, Sibarani menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Kongregasi Pasionis yang telah mengabdikan diri bagi Gereja dan masyarakat Ketapang.
“Selamat memperingati 80 tahun karya misi Kongregasi Pasionis di Ketapang. Terima kasih atas seluruh pengabdian yang telah diberikan. Semoga warisan iman, pendidikan, dan semangat pelayanan ini terus hidup dan menjadi berkat bagi generasi mendatang,” tutup Sibarani.
Penulis

- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 31, 2026BeritaFranciscus Sibarani Fasilitasi Pengurusan Paspor Pasien ICU, Imigrasi Ketapang Hadirkan Layanan Jemput Bola
- Oktober 30, 2026Berita13 Korporasi Tersangka Karhutla Berada di Kalbar, Sibarani Apresiasi Langkah Bareskrim
- Oktober 30, 2026BeritaSibarani: Penanganan Karhutla Harus Berujung pada Perlindungan Hak Warga
- Oktober 30, 2026BeritaWISUDA STAI MEMPAWAH KE-IX TAHUN 2026: WUJUDKAN SDM UNGGUL MELALUI PENDIDIKAN

