KUBU RAYA, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan melalui Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya. Menurutnya, program Paket A, Paket B, dan Paket C merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memenuhi hak pendidikan bagi anak binaan.
Baca juga:Franciscus Sibarani: Hak Pendidikan Anak Binaan Harus Tetap Terpenuhi
Apresiasi tersebut disampaikan Sibarani saat mengunjungi LPKA Sungai Raya untuk meninjau pelaksanaan pembinaan anak. Dalam kesempatan itu, ia melihat secara langsung proses pembelajaran yang tetap berlangsung bagi anak binaan melalui program pendidikan kesetaraan.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Karena itu, meskipun sedang menjalani masa pembinaan, mereka tetap harus memperoleh kesempatan belajar agar tidak kehilangan masa depan,” ujar Sibarani.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Sibarani menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak pendidikan di seluruh LPKA. Menurutnya, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal penting agar anak binaan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja setelah kembali ke tengah masyarakat.
Baca juga:Pelatihan Admin Website Desa Mentonyek Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Website
Ia mengapresiasi langkah LPKA Sungai Raya yang bekerja sama dengan PKBM dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan bagi anak binaan yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Melalui program tersebut, anak binaan tetap dapat mengikuti pembelajaran sesuai jenjangnya, mulai dari Paket A, Paket B, hingga Paket C. Program ini juga telah mengantarkan peserta didik mengikuti ujian pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan mereka.
Menurut Sibarani, keberhasilan pembinaan anak tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan negara mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
“Pembinaan yang baik adalah pembinaan yang memberi harapan. Ketika anak-anak tetap memperoleh pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan meraih cita-citanya setelah menyelesaikan masa pembinaan,” katanya.
Baca juga:Franciscus Sibarani: Pendidikan Karakter Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
Sibarani berharap program pendidikan kesetaraan di LPKA terus diperkuat, baik dari sisi kualitas pembelajaran, tenaga pendidik, maupun sarana pendukung, sehingga setiap anak binaan memperoleh hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan menata masa depan yang lebih baik.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 1, 2026BeritaSMK Pancasila Gelar Workshop Penguatan Implementasi 8 Standar Nasional Pendidikan
- Agustus 1, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Jadikan Masa Pembinaan sebagai Titik Balik Menata Masa Depan
- Agustus 1, 2026BeritaDi Balik Tembok LPKA, Pendidikan Tetap Berjalan: Franciscus Sibarani Apresiasi Program Paket A, B, dan C
- Agustus 1, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Hak Pendidikan Anak Binaan Harus Tetap Terpenuhi

