LANDAK, ZONAKALBAR.COM – Senyum dan rasa syukur mewarnai wajah umat Katolik Dusun Basopa, Desa Pahokng, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, pada 1 Agustus 2026.
Hari itu menjadi hari yang istimewa. Setelah bertahun-tahun berkumpul dan beribadah di sebuah bangunan gereja sederhana yang telah dimakan usia, umat Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat akhirnya dapat merayakan ibadah di rumah Tuhan yang lebih layak.
Bagi umat, gereja itu bukan sekadar bangunan. Di tempat sederhana yang selama ini mereka gunakan, ada begitu banyak cerita yang tersimpan. Ada doa yang dipanjatkan, suka dan duka yang dibagikan, serta kebersamaan yang terus dirawat dari tahun ke tahun.
Namun, waktu perlahan membuat bangunan tersebut semakin lapuk. Kondisinya tidak lagi ideal untuk menjadi tempat umat berkumpul dan beribadah. Harapan untuk memiliki gereja yang lebih layak pun terus tumbuh di tengah umat.
Harapan itu tidak datang secara tiba-tiba. Ada perjuangan, ada gotong royong, dan ada doa yang terus dipanjatkan. Umat bersama-sama berusaha agar rumah ibadah yang mereka impikan dapat berdiri dan digunakan dengan lebih baik.
Hingga akhirnya, harapan tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani.
Baca juga:Franciscus Sibarani: Jadikan Masa Pembinaan sebagai Titik Balik Menata Masa Depan
Franciscus Sibarani menjadi donatur utama dan turut memfasilitasi penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang umat hingga gereja yang mereka impikan akhirnya dapat diselesaikan.
“Melihat umat bisa merasakan kebahagiaan seperti ini tentu menjadi kebahagiaan bagi saya juga. Saya bersyukur bisa ikut mengambil bagian dalam perjalanan umat untuk mewujudkan gereja yang lebih layak,” ujar Franciscus Sibarani.
Bagi Franciscus Sibarani, apa yang dilakukan bukan sekadar membantu menyelesaikan sebuah bangunan. Ada harapan umat yang ingin dijaga dan diwujudkan.
Ia berharap gereja tersebut dapat menjadi tempat umat menemukan ketenangan, memperkuat iman, dan menjaga persaudaraan yang telah tumbuh selama ini.
“Semoga gereja ini menjadi rumah yang membawa kedamaian dan sukacita. Semoga umat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan terus menjaga kebersamaan yang selama ini sudah terbangun,” katanya.
Baca juga:Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Warga Pasir Panjang Gotong Royong Bersihkan Pemakaman
Penantian panjang umat akhirnya menemukan momen yang membahagiakan. Pada 1 Agustus 2026, Gereja Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat resmi diresmikan dan diberkati oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, serta didampingi sejumlah imam lainnya.
Peristiwa tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan umat Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat. Gereja yang selama ini mereka nantikan kini telah menjadi rumah ibadah yang lebih layak.
Bagi umat, kehadiran gereja baru membawa harapan baru. Anak-anak dapat tumbuh dan belajar dalam kehidupan iman. Keluarga dapat berkumpul dalam doa. Umat dapat merayakan peribadatan bersama dalam suasana yang lebih nyaman.
Lebih dari itu, gereja tersebut diharapkan menjadi tempat yang terus menghidupkan semangat kebersamaan.
Sebab, pembangunan gereja itu sendiri lahir dari semangat yang sama: kebersamaan.
Ada umat yang ikut berjuang. Ada doa yang terus dipanjatkan. Ada tangan-tangan yang bergotong royong. Dan ada pihak-pihak yang datang memberikan dukungan ketika perjuangan itu membutuhkan kekuatan tambahan.
Franciscus Sibarani menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut.
“Saya berharap gereja ini dirawat dan dijaga bersama. Apa yang sudah dibangun dengan perjuangan dan kebersamaan ini semoga dapat terus memberikan manfaat bagi umat, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujar Franciscus Sibarani.
Peresmian dan pemberkatan gereja pun berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Umat menyambutnya dengan rasa syukur karena penantian panjang mereka akhirnya terjawab.
Hari itu, mereka tidak hanya merayakan berdirinya sebuah bangunan.Mereka merayakan sebuah harapan yang akhirnya menjadi kenyataan.Mereka merayakan sebuah perjuangan yang tidak sia-sia.Dan mereka merayakan rumah bersama yang kelak akan menjadi tempat untuk terus menumbuhkan iman, persaudaraan, dan kasih kepada sesama.
Baca juga:SMK Pancasila Gelar Workshop Penguatan Implementasi 8 Standar Nasional Pendidikan
Bagi Franciscus Sibarani, kebahagiaan umat Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat memiliki arti besar ketika diberikan kepada mereka yang sedang memperjuangkan sebuah harapan.
Sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani berharap dapat terus hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya percaya, setiap masyarakat memiliki harapan. Tugas kita adalah mendengarkan dan, ketika kita mampu, membantu agar harapan itu dapat diwujudkan. Semoga apa yang kita lakukan di sini menjadi berkat bagi umat dan membawa kebaikan bagi banyak orang,” pungkasnya.
Kini, Gereja Stasi Santo Yosef Pekerja Bawat telah berdiri.
Di sana, umat akan kembali berkumpul, berdoa, dan merayakan iman bersama.
Namun kali ini, dengan satu perasaan yang berbeda:
Harapan yang selama bertahun-tahun mereka jaga akhirnya benar-benar terwujud.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 4, 2026BeritaFranciscus Sibarani Akhiri Penantian Panjang Umat Stasi Bawat Keuskupan Agung Pontianak, Gereja Baru Akhirnya Berdiri
- Agustus 4, 2026BeritaLama Terbengkalai, Kini Gereja Berdiri Kokoh : Franciscus Sibarani Wujudkan Politik Bonum Commune di Stasi Bawat Desa Pahonk LANDAK
- Agustus 1, 2026BeritaSMK Pancasila Gelar Workshop Penguatan Implementasi 8 Standar Nasional Pendidikan
- Agustus 1, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Jadikan Masa Pembinaan sebagai Titik Balik Menata Masa Depan


