PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Keinginan untuk melanjutkan pendidikan tidak pernah surut dalam diri Yessy Gusman, alumni SMKN 1 Ketapang asal Pontianak. Namun seperti sebagian anak muda Kalimantan Barat lainnya, keinginan tersebut harus berhadapan dengan kenyataan bahwa melanjutkan pendidikan membutuhkan kemampuan finansial yang tidak sedikit.
Bagi Yessy, pilihan yang paling memungkinkan adalah tetap melanjutkan pendidikan sambil bekerja.
Kesempatan itu kemudian ia temukan melalui PROKASI, program pendidikan vokasi yang diinisiasi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Franciscus Maria Agustinus Sibarani, yang membuka ruang bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk memperoleh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Bagi Yessy, kesempatan mengikuti program tersebut menjadi sangat berharga. Bukan semata karena dapat melanjutkan pendidikan, tetapi karena ia memperoleh jalan untuk tetap mengejar cita-cita tanpa harus mengabaikan keinginannya untuk mandiri.
“Bagi anak muda yang mempunyai keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan tetapi menghadapi keterbatasan biaya, pilihan untuk bisa belajar sekaligus mempersiapkan diri bekerja tentu menjadi kesempatan yang sangat berarti,” kata Sibarani.
Yessy Tidak Ingin Memilih antara Kuliah atau Bekerja
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Ketapang, Yessy memiliki keinginan kuat untuk terus melanjutkan pendidikannya.
Namun kondisi ekonomi membuat pendidikan dan pekerjaan menjadi dua kebutuhan yang harus dipikirkan secara bersamaan.
Ia tidak ingin keinginannya untuk belajar berhenti, tetapi pada saat yang sama memahami bahwa dirinya juga perlu memiliki kesempatan untuk bekerja dan membangun kemandirian.
Kondisi seperti Yessy inilah yang menurut Sibarani banyak ditemui di tengah generasi muda Kalimantan Barat.
Banyak anak muda memiliki semangat, potensi dan cita-cita, namun pada satu titik harus mempertimbangkan biaya ketika ingin melanjutkan pendidikan setelah SMA atau SMK.
“Kadang persoalannya bukan mereka tidak mau sekolah lagi. Mereka sangat ingin melanjutkan pendidikan, tetapi keadaan membuat mereka harus berpikir bagaimana bisa kuliah dan pada saat yang sama tetap mempunyai penghasilan. Anak-anak seperti inilah yang perlu kita beri lebih banyak pilihan,” ujar Sibarani.
Menurut Sibarani, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya otomatis menjadi akhir dari perjalanan pendidikan seorang anak.
Karena itu, diperlukan alternatif yang dapat mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan anak muda untuk mulai mandiri.
Baca juga:Pelatihan Admin Website Desa Mentonyek Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Website
Pendidikan Kesehatan di Tengah Era Digital
Menariknya, pilihan pendidikan yang ditempuh melalui PROKASI berada pada sektor kesehatan.
Di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan perubahan berbagai jenis pekerjaan, Sibarani memandang sektor kesehatan tetap memiliki ruang yang luas bagi generasi muda.
Menurutnya, teknologi memang akan mengubah cara manusia bekerja, tetapi pelayanan kesehatan tetap membutuhkan kompetensi, empati dan interaksi antarmanusia.
“Kita sekarang hidup di era digital. Banyak pekerjaan berubah karena teknologi. Tetapi kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan tetap ada, bahkan akan terus berkembang. Teknologi bisa membantu pekerjaan manusia, tetapi dalam pelayanan kesehatan tetap ada sentuhan, kepedulian dan keterampilan manusia yang tidak bisa begitu saja dihilangkan,” kata Sibarani.
Karena itu, pendidikan di bidang kesehatan dinilainya bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja.
Baca juga:Franciscus Sibarani Ikuti Forum Arahan Kemerdekaan Ketua Umum Bahlil
Bagi Yessy dan generasi muda lainnya, pilihan tersebut memberikan perspektif bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan persiapan masa depan.
Sibarani: Yang Dibutuhkan Anak Muda Adalah Kesempatan
Sibarani menilai tidak semua persoalan generasi muda harus dijawab dengan pendekatan yang sama.
Ada anak yang membutuhkan beasiswa. Ada yang membutuhkan akses terhadap pelatihan. Ada pula yang membutuhkan skema pendidikan yang memungkinkan mereka tetap belajar sembari bekerja.
Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan semakin banyak pilihan tersedia bagi anak-anak Kalimantan Barat.
“Kita tidak bisa melihat semua anak dengan kondisi yang sama. Ada yang bisa langsung kuliah karena keluarganya mampu, tetapi ada juga yang harus bekerja untuk membantu dirinya sendiri. Mereka semua tetap punya hak untuk berkembang. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kesempatan itu tetap tersedia,” ujarnya.
Cara pandang tersebut menjadi salah satu alasan Franciscus Sibarani terus memberikan perhatian terhadap program-program pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
PROKASI menjadi salah satu jalur yang diperkenalkan kepada anak-anak muda, khususnya mereka yang mempunyai keinginan melanjutkan pendidikan tetapi juga membutuhkan akses terhadap dunia kerja.
Yessy Menjadi Potret Anak Muda Kalbar yang Tidak Menyerah
Bagi Sibarani, kisah Yessy bukan sekadar cerita seorang peserta program.
Yessy menjadi gambaran mengenai anak muda yang tidak ingin kondisi ekonomi membuat keinginannya memperoleh pendidikan berhenti.
“Saya melihat semangat seperti yang dimiliki Yessy ini harus kita jaga. Ketika seorang anak masih mempunyai keinginan untuk belajar meskipun harus bekerja, berarti ada kemauan yang sangat besar untuk mengubah masa depannya,” kata Sibarani.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Barat yang berani mencari kesempatan dan meningkatkan kompetensinya.
Baca juga:Franciscus Sibarani Dorong Pemanfaatan Layanan Eazy Passport bagi Warga yang Sakit
Menurutnya, tugas berbagai pihak adalah memperbanyak jalan agar cita-cita tersebut tidak kandas hanya karena keterbatasan akses.
Lagi-Lagi Tentang Kesempatan bagi Anak Kalimantan Barat
Bagi Franciscus Sibarani, pendidikan pada akhirnya selalu kembali pada satu kata: kesempatan.
Tidak semua anak memulai perjalanan dari keadaan yang sama. Ada yang tumbuh dengan akses pendidikan lengkap, sementara sebagian lainnya harus melewati keterbatasan ekonomi, jarak, informasi, bahkan tuntutan untuk segera bekerja.
Namun perbedaan titik awal tersebut menurut Sibarani tidak seharusnya menentukan seberapa jauh seseorang dapat melangkah.
“Saya selalu percaya, anak-anak Kalimantan Barat punya kemampuan. Persoalannya sering kali bukan pada kemampuan mereka, tetapi apakah kesempatan itu tersedia atau tidak. Kalau kita bisa membuka satu kesempatan lagi, mungkin dari sanalah masa depan satu anak berubah,” ujar Sibarani.
Melalui PROKASI, kesempatan itu kini menjadi bagian dari perjalanan Yessy Gusman.
Baca juga:Fasilitasi Kuliah ke Tiongkok, Franciscus Sibarani Ajak Orang Tua Dukung Pendidikan Anak
Dari seorang alumni SMKN 1 Ketapang yang memiliki keinginan untuk tetap melanjutkan pendidikan sambil bekerja, Yessy kini memiliki ruang untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan kemandiriannya.
Bagi Sibarani, perjalanan Yessy sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Barat tidak selalu harus dimulai dari program besar.
Terkadang, pembangunan itu dimulai ketika seorang anak yang hampir harus memilih antara pendidikan dan pekerjaan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menjalankan keduanya.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 31, 2026BeritaKemarau Panjang di Kalimantan, Franciscus Sibarani Soroti Pesan di Balik Ritual Nuba Masyarakat Adat
- Agustus 31, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dukung Borneo Legallia Forum ke III, Apresiasi Ruang Kritis Mahasiswa Hukum Kalimantan
- Agustus 31, 2026BeritaLewat PROKASI, Franciscus Sibarani Hadirkan Pilihan Pendidikan dan Karier bagi Anak Muda Kalbar
- Agustus 31, 2026BeritaFranciscus Sibarani Buka Peluang Pendidikan, Siswa SMKN 2 Ketapang Raih Beasiswa Sibarani Peduli Pendidikan

