ZONAKALBAR.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar pada 20 Oktober 2016, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan sebagai fondasi dalam membangun Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.
Baca juga:Ziarah HUT Ke-62 Golkar, Sibarani Ajak Kader Terus Hadirkan Karya Nyata
Enam puluh dua tahun perjalanan Partai Golkar menjadi momentum untuk merefleksikan pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus memperkuat tanggung jawab dalam menghadirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera”, yang menegaskan pentingnya kedekatan dengan masyarakat serta kerja nyata dalam menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pembangunan.
Bagi Sibarani, tema tersebut memiliki makna mendalam, terutama ketika dikaitkan dengan semangat gotong royong yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca juga:Hari Jadi ke-27 Landak, Sibarani Ajak Perkuat Sinergi Membangun Daerah
“Enam puluh dua tahun merupakan perjalanan panjang yang patut kita syukuri sekaligus renungkan. Sebagai kader Partai Golkar, saya memaknai momentum ini sebagai pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara harus selalu berangkat dari kepentingan masyarakat. Karena pada akhirnya, nilai sebuah pengabdian bukan hanya dilihat dari apa yang kita sampaikan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Sibarani.
Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah, wakil rakyat, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan bagi Kalimantan Barat, sebuah daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, serta keberagaman suku, agama, dan tradisi.
Masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, Bugis, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sosial Kalimantan Barat. Keberagaman itu merupakan kekayaan yang perlu terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan bekerja sama.
Nilai gotong royong juga telah lama hidup dalam berbagai tradisi masyarakat setempat. Dalam kehidupan masyarakat Dayak, kebersamaan antara lain tercermin melalui tradisi bekerja bersama dalam mengolah ladang serta kehidupan komunal. Sementara dalam budaya Melayu, tradisi Saprahan mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan melalui filosofi duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Bagi Sibarani, nilai-nilai tersebut bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga mengandung pelajaran penting tentang bagaimana membangun daerah dengan mengedepankan kepentingan bersama.
“Kalimantan Barat adalah rumah besar kita bersama. Kita memiliki latar belakang suku, agama, adat, dan budaya yang berbeda, tetapi semuanya mempunyai tempat dan peran yang sama dalam membangun daerah ini. Gotong royong mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama. Justru dalam keberagaman itulah kita menemukan kekuatan untuk saling melengkapi,” jelasnya.
Ia memandang bahwa semangat gotong royong harus terus dihidupkan, bukan hanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, melainkan juga dalam proses pembangunan.
Kalimantan Barat dengan wilayahnya yang luas masih memiliki berbagai tantangan, mulai dari pemerataan pembangunan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan, pedalaman, dan kawasan perbatasan.
Berbagai tantangan tersebut membutuhkan perhatian dan kerja sama yang berkelanjutan, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.
Baca juga:Kunjungi BKKBN Kalbar, Sibarani Bahas Tantangan Pendampingan Keluarga
Sebagai kader Partai Golkar yang mendapat amanah menjadi anggota DPR RI, Sibarani memandang bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat tidak dapat dipisahkan dari kewajiban mendengarkan aspirasi, memahami persoalan daerah, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui tugas-tugas konstitusional.
Baginya, semangat pengabdian harus melampaui perbedaan latar belakang maupun pilihan politik. Setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian dan merasakan manfaat pembangunan.
“Ketika kita berbicara tentang membangun Kalimantan Barat, kita berbicara tentang masa depan seluruh masyarakatnya. Tentang anak-anak di pedalaman yang membutuhkan akses pendidikan, masyarakat perbatasan yang memerlukan pelayanan publik yang baik, serta keluarga-keluarga yang berharap kehidupan lebih sejahtera. Semua itu membutuhkan kepedulian, kerja bersama, dan tanggung jawab yang berkesinambungan,” tuturnya.
Dalam perjalanan panjangnya, Partai Golkar telah menjadi bagian dari dinamika politik dan pembangunan nasional. Memasuki usia ke-62, momentum hari jadi ini menjadi kesempatan bagi setiap kader untuk mengevaluasi pengabdian dan memperkuat tanggung jawab kepada masyarakat.
Sibarani juga menekankan bahwa nilai gotong royong harus menjadi penghubung antara semangat pengabdian di tingkat nasional dengan kebutuhan nyata masyarakat di daerah.
Menurutnya, membangun Indonesia berarti pula memberi perhatian terhadap kemajuan setiap daerah, termasuk Kalimantan Barat yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara.
“Indonesia dibangun dari keberagaman daerah dan masyarakatnya. Karena itu, membangun Indonesia juga berarti membangun Kalimantan Barat, dari kota hingga desa, dari pesisir hingga pedalaman dan perbatasan. Kita membutuhkan semangat kebersamaan agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat dirasakan secara lebih merata,” ujarnya.
Menutup refleksi HUT ke-62 Partai Golkar, Sibarani berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus menjadi nilai yang mengiringi perjalanan pengabdian seluruh kader kepada masyarakat.
Baginya, peringatan ulang tahun bukan semata-mata tentang bertambahnya usia organisasi, melainkan kesempatan untuk mengingat kembali tujuan dan tanggung jawab pengabdian.
“Selamat ulang tahun ke-62 Partai Golkar. Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian terus menjadi bagian dari perjalanan kita dalam membangun Indonesia. Dari Kalimantan Barat, kita terus belajar bahwa keberagaman adalah kekayaan, persatuan adalah kekuatan, dan pengabdian harus selalu memberikan makna bagi kehidupan masyarakat,” pungkas Sibarani.
Penulis

- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 26, 2026BeritaGereja Baru di Pedalaman Landak Diberkati, Franciscus Sibarani: Jarak Boleh Jauh, Iman Umat Harus Terus Bertumbuh
- Oktober 26, 2026BeritaHUT ke-62 Partai Golkar, Franciscus Sibarani: Gotong Royong dan Keberagaman Jadi Kekuatan Membangun Kalimantan Barat
- Oktober 26, 2026BeritaHUT ke-255 Kota Pontianak, Franciscus Sibarani: Terus Bertumbuh Menjadi Kota yang Maju, Tangguh dan Bersahabat
- Oktober 26, 2026BeritaLP Ma’rif NU Kalbar Resmi Tutup Kegiatan Kepramukaan, MA Raudhatul Ulum 1 Meranti dan MTs AL Anwar Raih Juara Umum

