Franciscus Sibarani Gelar Kompetisi Paduan Suara Wanita, Salve Regina dari Paroki St Fransiskus Asisi Singkawang Raih Juara Pertama

SINGKAWANG, ZONAKALBAR.COM – Kompetisi Paduan Suara Wanita Suara Sibarani Tahun 2026 yang digagas oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, berhasil mempertemukan sepuluh kelompok paduan suara perempuan Katolik dari tujuh paroki di Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.

Baca juga:HUT ke-25 Kota Singkawang, Franciscus Sibarani: Keberagaman Adalah Kekuatan untuk Terus Tumbuh dan Maju Bersama

Kompetisi yang mengangkat tema “Mempererat Persaudaraan dan Pelayanan Iman Melalui Paduan Suara” tersebut menjadi ajang bagi kelompok-kelompok perempuan Katolik untuk menampilkan kemampuan musikal yang selama ini dikembangkan melalui pelayanan di lingkungan Gereja.

Dalam kompetisi tersebut, Paduan Suara Salve Regina dari Paroki St. Fransiskus Asisi Singkawang berhasil meraih Juara I, disusul Cressendo Choir dari Paroki St. Pius X Bengkayang sebagai Juara II dan WKRI DPC Paroki St. Monfort Monterado sebagai Juara III.

Sementara itu, Juara Harapan I diraih Paduan Suara Maria Bundaku Sungai Betung dari Paroki St. Pius X Bengkayang, Juara Harapan II diraih Paduan Suara Gita Matris dari Melayang Panjak, Paroki St. Petrus Sanggau Ledo, dan Juara Harapan III diraih WKRI St. Clara Mensade dari Paroki Kristus Raja Sambas.

Baca juga:Gereja Baru di Pedalaman Landak Diberkati, Franciscus Sibarani: Jarak Boleh Jauh, Iman Umat Harus Terus Bertumbuh

Prestasi tersendiri juga ditorehkan Paduan Suara Gita Matris Sanggau Ledo yang berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yakni Juara Harapan II, Best Performance, serta penghargaan Favorit Instagram.

Kompetisi ini menghadirkan tiga orang dewan juri yang memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang musik serta paduan suara Gereja.

Ketiganya adalah Ibu Lidwina, dosen Musik Liturgi dari STAKat yang juga merupakan bagian dari Tim Pesparani Provinsi; Ibu Helen, yang juga tergabung dalam Tim Pesparani Provinsi; serta Ibu Cicilia, penggiat sekaligus pelatih paduan suara.

Kehadiran para juri dengan pengalaman di bidang musik liturgi dan pembinaan paduan suara menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kelompok paduan suara perempuan Katolik.

Baca juga:HUT ke-255 Kota Pontianak, Franciscus Sibarani: Terus Bertumbuh Menjadi Kota yang Maju, Tangguh dan Bersahabat

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus, bersama para imam konselebran RD. Reno, dan RD. Donatus, serta dibantu oleh Diakon Bernad dalam pelayanan liturgi.

Perayaan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus mengawali perjumpaan umat Katolik dari berbagai stasi dan paroki dalam suasana Bulan Rosario.

Franciscus Sibarani selaku penggagas kegiatan menyampaikan penghargaan kepada seluruh kelompok yang telah mempersiapkan diri dan mengambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, kesediaan para peserta untuk berlatih, bekerja sama, dan tampil dalam sebuah kompetisi patut mendapatkan apresiasi, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.

Baca juga:Pesparani II Kalbar Digelar di Pontianak, Franciscus Sibarani: Harmoni Suara Menjadi Simbol Persaudaraan dalam Keberagaman

“Saya mengucapkan selamat kepada Salve Regina dan seluruh kelompok yang berhasil meraih penghargaan. Saya juga memberikan apresiasi kepada semua peserta yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Saya percaya setiap kelompok telah memberikan penampilan terbaiknya. Semangat dan usaha yang ditunjukkan ibu-ibu selama mengikuti kompetisi ini merupakan sesuatu yang sangat berharga,” ungkap Sibarani.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dewan juri yang telah mengambil bagian dalam proses penilaian, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan hingga terlaksana.

Bagi Sibarani, kompetisi menjadi salah satu sarana untuk mendorong kelompok paduan suara terus meningkatkan kemampuan dan kualitas penampilan, terutama dalam mendukung pelayanan musik liturgi di gereja masing-masing.

“Melalui kompetisi seperti ini, kita berharap setiap kelompok semakin termotivasi untuk berlatih dan meningkatkan kualitas paduan suaranya. Yang sudah meraih juara tentu perlu terus mempertahankan dan mengembangkan kemampuannya, sementara kelompok lainnya dapat menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk semakin baik ke depan,” ujarnya.

Baca juga:LP Ma’rif NU Kalbar Resmi Tutup Kegiatan Kepramukaan, MA Raudhatul Ulum 1 Meranti dan MTs AL Anwar Raih Juara Umum

Selain menghadirkan persaingan dalam bidang musik, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi kelompok-kelompok yang berasal dari berbagai wilayah untuk menyaksikan penampilan satu sama lain dan memperoleh pengalaman dalam suasana perlombaan.

Sibarani berharap kompetisi “Suara Sibarani” dapat menjadi kegiatan yang memberikan pengalaman positif bagi para peserta, sekaligus mendorong peningkatan kualitas paduan suara perempuan Katolik di Kalimantan Barat.

Dengan berakhirnya kompetisi tersebut, para pemenang diharapkan dapat terus mengembangkan prestasi yang telah diraih, sementara seluruh peserta dapat membawa pengalaman dan semangat baru untuk memperkaya pelayanan musik Gereja di lingkungan masing-masing.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 1 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan