PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali mempertemukan umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota dalam sebuah perayaan iman, seni, dan persaudaraan.
Kegiatan yang berlangsung pada 16 sampai dengan 17 Oktober 2026 di Kota Pontianak ini diikuti sekitar 450 peserta, termasuk ofisial, yang tergabung dalam 10 kontingen dari delapan kabupaten dan dua kota di Kalimantan Barat.
Mengangkat tema “Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa” (Mazmur 117:1), Pesparani tahun ini menjadi wadah bagi umat Katolik untuk mengekspresikan iman melalui seni musik liturgi sekaligus mempererat kebersamaan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, menyambut baik penyelenggaraan Pesparani II Kalimantan Barat sebagai ruang perjumpaan umat yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi paduan suara.
Baca juga:Hari Jadi ke-27 Landak, Sibarani Ajak Perkuat Sinergi Membangun Daerah
“Pesparani bukan hanya tentang siapa yang memiliki suara paling merdu atau siapa yang tampil sebagai pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertemukan umat dari berbagai daerah dalam satu semangat yang sama, yakni memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki. Ada nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kekayaan iman yang kita rayakan bersama,” ungkap Sibarani.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang tercermin dalam kehidupan masyarakatnya. Melalui kegiatan keagamaan seperti Pesparani, nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan dapat terus dipelihara.
Sibarani memandang bahwa harmoni dalam paduan suara memiliki makna yang sejalan dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, di mana berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama hidup berdampingan.
“Dalam sebuah paduan suara, setiap orang memiliki karakter dan warna suara yang berbeda. Namun ketika semuanya menyatu, terciptalah harmoni yang indah. Saya kira ini juga menjadi gambaran kehidupan masyarakat Kalimantan Barat. Kita tidak harus menjadi sama untuk dapat hidup rukun, tetapi perlu saling menghargai dan berjalan bersama,” ujarnya.
Ia juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam Pesparani, khususnya melalui kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK).
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam seni dan kehidupan keagamaan merupakan ruang positif untuk mengembangkan potensi, membangun kedisiplinan, sekaligus memperkuat karakter dan kepedulian sosial.
“Anak-anak muda perlu memiliki semakin banyak ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Melalui paduan suara, mereka bukan hanya belajar bernyanyi, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana menghargai peran orang lain dalam sebuah kelompok,” lanjutnya.
Pesparani II Kalimantan Barat mempertandingkan tiga kategori paduan suara, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik, Paduan Suara Dewasa Wanita, dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria.
Selain menjadi wadah pengembangan seni musik gerejani, penyelenggaraan ini juga diarahkan untuk menjaring peserta yang akan mewakili Kalimantan Barat dalam Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara.
Sibarani menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD), para pelatih, serta seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia berharap pelaksanaan Pesparani tidak hanya meninggalkan kenangan berupa prestasi dan penghargaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman persaudaraan yang terus hidup setelah kegiatan berakhir.
“Selamat mengikuti Pesparani II Kalimantan Barat kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh sukacita. Menang atau kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan yang terbangun jauh lebih berharga. Semoga melalui harmoni suara, kita semakin mempererat persaudaraan dan menghadirkan kasih dalam kehidupan bersama,” tutup Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKEPATUHAN SYARIAH DALAM MEMBAYAR ZAKAT MASYARAKAT MUSLIM PESISIR KEPULAUAN DI KECAMATAN PULAU MAYA: SEBUAH KONSTRUKSI SOSIAL
- Oktober 19, 2026BeritaPT GAN Turun Tangan Bantu Pemadaman Karhutla di Lima Desa Kubu Raya
- Oktober 19, 2026BeritaBKOW Kalbar Luncurkan GATI: Perkuat Peran Keluarga Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak di Era Digital
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKonstruksi Sosial Hukum Adat Melayu Buyan: Penyatuan Tradisi dan Islam Demi Harmoni


1 komentar