Dua Imam MSA Ditahbiskan di Pakumbang, Franciscus Sibarani: Sukacita bagi Gereja dan Umat Katolik Kalimantan Barat

LANDAK, ZONAKALBAR.COM – Sukacita menyelimuti umat Katolik di Pakumbang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dalam perayaan tahbisan imamat dua imam baru dari Misionaris Para Rasul Kudus (MSA), Kamis (15/10/2026).

Kedua imam yang menerima tahbisan tersebut adalah Fernandus Legisius Bha, MSA dan Videlis Mersik Dosi, MSA. Perayaan tahbisan dipimpin oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap., Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, serta turut dihadiri seorang uskup dari Peru yang juga merupakan anggota Misionaris Para Rasul Kudus (MSA).

Baca juga:Pesparani II Kalbar Digelar di Pontianak, Franciscus Sibarani: Harmoni Suara Menjadi Simbol Persaudaraan dalam Keberagaman

Baca juga:Franciscus Sibarani Sambut Peresmian Paroki Supadio, Harapkan Pelayanan Gereja Semakin Dekat dengan Umat

Peristiwa ini menjadi momentum penuh syukur bagi Gereja Katolik di Kalimantan Barat, sekaligus menandai bertambahnya pelayan pastoral yang akan mengabdikan hidupnya bagi Gereja dan umat.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, turut menyampaikan rasa syukur dan sukacita atas tahbisan kedua imam baru tersebut.

“Tahbisan imamat selalu menjadi kabar sukacita bagi Gereja dan seluruh umat. Kita bersyukur karena Tuhan kembali menghadirkan dua imam baru yang telah memilih jalan hidup untuk melayani-Nya dan sesama. Semoga kedua imam senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan suci mereka,” ungkap Sibarani.

Menurut Sibarani, kehadiran para imam memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan umat Katolik, khususnya di Kalimantan Barat yang memiliki wilayah pelayanan cukup luas, termasuk daerah-daerah pedalaman.

Baca juga:Profil Yuliansyah, Bakti Nyata Legislator yang Membangun hingga ke Pelosok

Ia menilai bahwa pelayanan seorang imam bukan hanya berkaitan dengan kehidupan liturgi dan sakramen, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Para imam kerap menjadi sosok yang hadir mendampingi umat dalam berbagai situasi kehidupan, memberikan penguatan rohani, serta menumbuhkan semangat kasih dan persaudaraan.

“Di berbagai wilayah Kalimantan Barat, terutama di pedalaman, kita mengetahui bahwa pelayanan para imam sering kali membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka harus menempuh perjalanan jauh, menghadapi keterbatasan, dan tetap hadir bersama umat. Karena itu, bertambahnya imam baru merupakan anugerah yang patut kita syukuri bersama,” lanjutnya.

Sibarani juga memberikan apresiasi kepada Misionaris Para Rasul Kudus (MSA) yang terus menjalankan karya pelayanan Gereja, termasuk dalam pembinaan panggilan dan pendidikan calon imam.

Baca juga:Transformasi Aset Tidur Jadi Mesin Ekonomi: Pemprov Kalbar dan IAIN Pontianak Gelar Seminar Penelitian Pemanfaatan Aset Daerah

Menurutnya, perjalanan seseorang menuju tahbisan imamat merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kesetiaan, dan dukungan banyak pihak, mulai dari keluarga, para pembina, hingga seluruh umat yang turut mendoakan perjalanan panggilan mereka.

Kehadiran seorang uskup MSA dari Peru dalam perayaan tahbisan tersebut juga memperlihatkan ikatan persaudaraan dan kebersamaan dalam karya pelayanan Gereja yang melampaui batas wilayah dan negara.

“Pengabdian kepada Tuhan dan sesama tidak mengenal batas wilayah. Semangat persaudaraan inilah yang juga menjadi kekuatan Gereja, bahwa di mana pun seseorang diutus, panggilannya tetap sama, yakni menghadirkan kasih dan menjadi berkat bagi sesama,” ujar Sibarani.

Lebih lanjut, Sibarani berharap tahbisan kedua imam baru MSA ini juga dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Katolik di Kalimantan Barat untuk semakin terbuka terhadap panggilan hidup bakti maupun berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga:DISHARMONI ATURAN Bikin Perlindungan Korban KDRT Belum Terpadu, Peneliti Dorong Reformulasi Hukum

Ia menegaskan bahwa setiap panggilan hidup memiliki nilai pengabdian tersendiri, dan kehadiran orang-orang muda yang bersedia memberikan hidupnya untuk melayani merupakan harapan bagi masa depan Gereja.

“Kita tentu berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keberanian untuk menjawab panggilan hidupnya. Menjadi imam adalah pilihan pengabdian yang luhur, dan kita patut memberikan dukungan serta doa kepada mereka yang sedang menjalani proses panggilan tersebut,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sibarani menyampaikan ucapan selamat kepada kedua imam baru, seraya berharap agar semangat pelayanan yang telah mereka bangun selama masa pembinaan terus bertumbuh dalam perjalanan imamat mereka.

“Selamat kepada Pastor Fernandus Legisius Bha, MSA dan Pastor Videlis Mersik Dosi, MSA. Semoga senantiasa menjadi gembala yang rendah hati, dekat dengan umat, dan setia dalam pelayanan. Kiranya kehadiran kedua imam baru ini membawa sukacita, harapan, dan berkat bagi Gereja serta masyarakat di mana pun mereka nantinya diutus,” tutup Sibarani.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 1 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan