Habib Abdullah Diperlakukan Tak Pantas, Konferwil PWNU Kalbar Dinilai Cacat Proses

ZONAKALBAR.COM, PONTIANAK – Konferwil PWNU Kalbar yang sempat deadlock ketika dilaksanakan pada 29-30 Juli 2022 di Hotel Aston, kembali dilanjutkan di Hotel Gardenia Resort & Spa pada 30 Oktober 2022. Sayangnya, Konferwil PWNU Kalbar yang sejati adalah proses pergantian ketua tersebut malah dinilai cacat proses.

Bahkan disebutkan Romawi Martin, salah seorang pimpinan sidang dari unsur PWNU sebelumnya, Konferwil PWNU Kalbar ke VIII yang digelar di Hotel Gardenia Resort & Spa pada 30 Oktober 2022 kembali diwarnai aksi walk out peserta dari beberapa PCNU.

Aksi walk out peserta dari beberapa PCNU, sebutkan Romawi, dipicu oleh protes dari peserta yang tidak mampu dijawab oleh Pimpinan Sidang dari PBNU.

“Saat agenda sidang sedang masuk pada tahap penghitungan suara usulan Ahwa (ahlul hadi wal aqdi) dari Rais Syuriah PCNU, ternyata terdapat usulan baru dari 6 (enam) PCNU. Ini yang dipertanyakan oleh peserta Konferwil,“ sambung Romawi, panggilan akrabnya.

Baca juga Konten lainnya:

Sementara Ketua PCNU Kabupaten Ketapang KH. Drs. Satuki, M.Si juga mempertanyakan kejanggalan usulan Ahwa, sebab menurutnya, semestinya tidak ada usulan Ahwa yang baru dari PCNU.

“Selain tidak ada pemberitahuan sebelumnya dalam undangan Konferwil kepada PCNU, yang menjadi pertanyaan usulan Ahwa baru tersebut disampaikan kemana?“ protes Ketua PCNU Kabupaten Ketapang.

Tidak puas dengan jawaban dari Pimpinan Sidang, kemudian PCNU Ketapang keluar meninggalkan arena Konferwil. Langkah tersebut diikuti oleh PCNU Kayong Utara, Rais Syuriah PCNU Mempawah, Rais Syuriah PCNU Singkawang, Rais Syuriah PCNU Sambas, dan Ketua Tanfdziyah PCNU Sekadau.

“Kejanggalan proses pemilihan Ahwa ini yang menjadi pertanyaan besar kami,“ tegas Ketua PCNU Kayong Utara KH. Nazril Hijar.

Menurutnya, Konferwil yang dilaksanakan oleh Karateker PWNU Kalbar tanggal pada 29-30 Juli 2022 di Hotel Aston sebelumnya terjadi deadlock dan di-skors. Sementara masa tugas Karateker PWNU yang dibentuk PBNU tersebut berakhir pada tanggal 1 Agustus 2022,“ tambah H. Nazril Hijar.

Lalu, PBNU memperpanjang masa tugas Karteker PWNU Kalbar pada tanggal 28 Oktober 2022 untuk melaksanakan Konferwil lanjutan pada 30 Oktober 2022. Hal ini berarti, sejak tanggal 1 Agustus hingga 28 Oktober 2022, ada ‘kekosongan’ kewenangan Karateker PWNU Kalbar dalam pelaksanaan Konferwil.

“Namun faktanya, usulan Ahwa baru dari Rais Syuriah PCNU Pontianak tanggal 22 Agustus 2022, Kubu Raya 22 Agustus 2022, Landak 22 Agustus 2022, Sanggau 22 Agustus 2022, Sekadau 16 Agustus 2022 dan Melawi 25 Agustus 2022. ini cacat proses namanya,” jelas Romawi.

Habib Abdullah diperlakukan tidak pantas

Romawi juga membeberkan kejanggalan proses perhitungan suara usulan Ahwa dari Syuriah PCNU, berawal dari digugurkannya Habib Abdullah Ridho Yahya dari komposisi Ahwa yang berjumlah 7 (tujuh) orang.

“Dalam mekanisme pemilihan Ahwa, masing-masing Syuriah dari 14 PCNU se-Kalbar mengusulkan 7 nama yang kemudian ditabulasi dan dirangking 7 nama suara tertinggi,” katanya.