KUBU RAYA, ZONAKALBAR.COM – Anggota DPR RI Komisi XIII, Franciscus Sibarani, memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Sentra Pemuda Khathulistiwa (YSPK) atas kontribusi nyatanya dalam mendampingi warga binaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kubu Raya, Sabtu (6/6/2025).
Baca juga:Profil Edi Kamtono Walikota Pontianak: Insinyur Tata Kota di Era Modernisasi
Dalam kunjungan kerja yang dirangkai dengan agenda pembekalan nilai-nilai Pancasila tersebut, Sibarani menilai model pendampingan berbasis keterampilan yang diinisiasi oleh yayasan merupakan langkah konkret yang dibutuhkan dalam sistem pemasyarakatan modern.
Secara khusus, legislator dari Komisi XIII ini memuji konsistensi YSPK di bawah kepemimpinan Uray Ema, S.Pd., yang secara reguler memfasilitasi ragam pelatihan kemandirian praktis bagi anak-anak binaan. Program-program seperti pelatihan barbershop, seni bermusik, servis telepon seluler, hingga keterampilan barista dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Penguasaan keahlian terapan ini dipandang sebagai modal penting agar anak-anak binaan memiliki kesiapan mental dan ekonomi yang mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan mereka.
Kunjungan kerja Franciscus Sibarani di LPKA Kelas II Kubu Raya ini membawa dua agenda utama yang berjalan secara simultan. Agenda pertama berfokus pada pemberian pembekalan ideologi Pancasila bertajuk “Bangkit Menata Masa Depan: Semangat Pancasila Untuk Generasi Pemuda Indonesia” sebagai fondasi karakter warga binaan anak. Sementara itu, pada agenda kedua, Sibarani melakukan peninjauan langsung secara fisik untuk melihat dari dekat situasi, kondisi, serta kelayakan sarana dan prasarana penunjang yang ada di lingkungan lembaga tersebut.
Baca juga:Sibarani Apresiasi Pengawasan KSP, Dorong Temuan Dugaan Korupsi dalam MBG Segera Ditindaklanjuti
Melalui momentum kunjungan ini, Franciscus Sibarani menggunakan pendekatan diplomasi legislatifnya untuk mendorong keterlibatan yang lebih luas dari elemen masyarakat, organisasi sosial, dan dunia usaha lainnya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab moral dalam membimbing dan memulihkan masa depan generasi muda di LPKA tidak dapat dipikul oleh pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi kolektif dari berbagai kelompok masyarakat untuk mereplikasi langkah pengabdian yang telah dirintis oleh Yayasan Sentra Pemuda Khathulistiwa.
Sibarani memaparkan bahwa dukungan dari elemen eksternal sangat krusial, terutama untuk menjembatani keterbatasan akses pendidikan formal dan pemenuhan program ijazah kejar Paket A, B, dan C di dalam lingkungan lapas. Hingga saat ini, pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan masih menghadapi tantangan operasional karena regulasi yang ada sering kali mengharuskan proses belajar-mengajar dilakukan di luar institusi.
Kehadiran kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan dinilai mampu menjadi akselerator dalam menghadirkan solusi pengajaran langsung di dalam lembaga tanpa memicu risiko keamanan atau kendala psikososial.
Baca juga:Buka Akses Kuliah Langsung Kerja, Tim Franciscus Sibarani Masuk Pedesaan Kalbar
Sebagai penutup, Anggota Komisi XIII DPR RI ini menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif dari berbagai lapisan masyarakat secara langsung ikut mengikis stigma negatif yang sering kali melekat pada anak-anak pasca-pembinaan. Dukungan komunitas yang inklusif memberikan ruang bagi warga binaan anak untuk bersosialisasi dan membangun kembali kepercayaan diri mereka sejak berada di dalam lapas. Pola pembinaan yang memadukan penguatan karakter, keahlian praktis, dan penerimaan sosial menjadi kunci keberhasilan reintegrasi mereka ke tengah masyarakat.

