ZONA KALBAR COM, LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak resmi mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp3,6 miliar tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Franciscus Sibarani Turun ke Manggang Landak, Pastikan Lisdes Berjalan Optimal dan Menjangkau Warga
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, pada Rabu (10/6/2026). Kehadiran SPAM ini menjadi solusi atas kebutuhan air bersih yang selama ini dihadapi ratusan keluarga di Desa Sepangah.
Dalam sambutannya, Karolin menegaskan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun menggunakan dana pemerintah. Ia meminta masyarakat untuk bersama-sama merawat jaringan pipa dan seluruh sarana pendukung agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bupati Landak Raih Dua Penghargaan Keterbukaan Informasi
Menurutnya, tindakan yang merusak fasilitas SPAM, termasuk penggunaan jaringan secara tidak semestinya untuk kepentingan pribadi, dapat mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat luas.
Selain itu, Karolin juga mengingatkan pengelola dan warga penerima manfaat agar mendukung keberlanjutan layanan melalui pengelolaan yang baik, termasuk pembayaran iuran pemeliharaan yang diperlukan untuk operasional sistem.
Baca Juga: KDMP Sungai Segak Raih Penghargaan Simkopdes Terbaik se-Kabupaten Landak
Ia turut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk bercocok tanam sebagai langkah menghemat pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPERA) Kabupaten Landak, Jamelius, menjelaskan bahwa pembangunan SPAM Desa Sepangah didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai mencapai lebih dari Rp3,6 miliar.
Proyek tersebut mencakup pembangunan jaringan pipa sepanjang 5.922 meter, reservoir berkapasitas 150 meter kubik, serta bangunan penangkap air baku dengan kapasitas debit lima liter per detik.
Baca Juga: PC Fatayat NU Landak Gelar FGD Penguatan Islam Wasathiyah
Saat ini, fasilitas SPAM telah melayani sekitar 250 sambungan rumah yang tersebar di Desa Sepangah dan sekitarnya.
Menurut Jamelius, pembangunan SPAM tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap layanan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, sistem distribusi air dirancang memanfaatkan aliran gravitasi sehingga biaya operasional dapat ditekan tanpa bergantung pada penggunaan listrik. Namun demikian, keberlangsungan layanan tetap memerlukan dukungan seluruh pihak dalam menjaga dan merawat fasilitas yang tersedia.
“Pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat bersama-sama menjaga infrastruktur ini agar terus memberikan manfaat bagi warga dalam jangka panjang,” ujarnya.**
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Juli 28, 2026BeritaEmpat Kekayaan Tradisional Ketapang Dicatat sebagai KIK, Franciscus Sibarani Dorong Perlindungan Warisan Budaya
- Juli 28, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Digitalisasi Layanan Hukum Jangan Ciptakan Kesenjangan Baru
- Juli 28, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Posbakum Jadi Pintu Pertama Akses Hukum Masyarakat Desa
- Juli 28, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Layanan Hukum Menjangkau Wilayah Terpencil hingga Air Upas

