Franciscus Sibarani Apresiasi Penggagalan Penyelundupan Sabu 5,2 Kg di Sambas, Soroti Sinergi Pengawasan Perbatasan

SAMBAS, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, mengapresiasi keberhasilan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani bersama jajaran intelijen dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5,269 kilogram di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Baca juga:Pemkab Sambas Perkuat Layanan Puskesmas untuk Jangkau Masyarakat Hingga Pelosok

Pengungkapan tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di jalur tidak resmi Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara Indonesia yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkotika.

Sibarani menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan. Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama dan koordinasi berbagai instansi dalam menjaga kawasan perbatasan negara.

“Kita tentu memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan seluruh petugas yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga wilayah perbatasan, sekaligus mengingatkan kita bahwa pengawasan di kawasan tersebut membutuhkan perhatian dan kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Sibarani.

Baca juga:Sibarani Dorong Model Pembinaan Lapas Pemuda Tangerang Jadi Percontohan Daerah

Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang memiliki hubungan kerja dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Sibarani menilai pengawasan perbatasan tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek penegakan hukum.

Menurutnya, keberadaan berbagai instansi, mulai dari TNI, Kepolisian, BNN, Bea Cukai, hingga Imigrasi, memiliki peran masing-masing yang perlu berjalan secara terkoordinasi.

“Wilayah perbatasan memiliki tantangan yang cukup kompleks. Karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi sangat penting. Setiap instansi tentu memiliki kewenangan masing-masing, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keamanan negara sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga:Sibarani Nilai Pembinaan Lapas Pemuda Tangerang Layak Jadi Percontohan di Kalbar

Sibarani juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi keimigrasian, terutama dalam pengawasan lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia.

Menurutnya, pengawasan keimigrasian yang baik merupakan bagian penting dari sistem pengelolaan perbatasan. Namun, hal tersebut perlu didukung dengan pertukaran informasi, sarana yang memadai, dan komunikasi yang baik antara instansi terkait.

“Imigrasi memiliki peran penting dalam pengawasan perlintasan orang. Kita berharap koordinasi dan pertukaran informasi antarlembaga terus diperkuat, sehingga berbagai potensi pelanggaran di kawasan perbatasan dapat diantisipasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” ungkap Sibarani.

Perhatian terhadap penguatan keimigrasian di wilayah perbatasan sebelumnya juga telah disampaikan Sibarani dalam sejumlah kegiatan Komisi XIII DPR RI.

Baca juga:Lewat PROKASI, Franciscus Sibarani Hadirkan Pilihan Pendidikan dan Karier bagi Anak Muda Kalbar

Pada Februari 2026, saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara, Sibarani menyoroti pentingnya dukungan negara terhadap petugas imigrasi yang bekerja di wilayah perbatasan, termasuk pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, perlindungan kerja, serta sarana dan prasarana operasional.

Menurutnya, tantangan geografis yang dihadapi petugas di wilayah perbatasan perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan penguatan pelayanan maupun pengawasan keimigrasian.

Sibarani juga berharap keberhasilan pengungkapan kasus di Sambas menjadi momentum untuk terus memperkuat koordinasi pengawasan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tanpa menghambat aktivitas masyarakat yang selama ini memiliki hubungan sosial dan ekonomi dengan wilayah negara tetangga.

“Perbatasan bukan hanya berbicara tentang pengamanan, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat yang tinggal di sana. Kita ingin kawasan perbatasan tetap aman, namun pada saat yang sama aktivitas ekonomi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara sah juga dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga:Harga Pangan Melambung, PKC PMII Kalbar Minta Disperindag Bertindak

Lebih lanjut, Sibarani mengajak masyarakat perbatasan untuk terus mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan melalui komunikasi yang baik dengan aparat dan instansi terkait.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kawasan perbatasan yang aman dan kondusif.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Kalimantan Barat, khususnya wilayah perbatasan yang menjadi pintu gerbang negara. Saya berharap sinergi yang sudah berjalan baik dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa aman dan aktivitas lintas batas tetap memberikan manfaat bagi kesejahteraan daerah,” tutup Sibarani.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 1 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan