TANGERANG, ZONAKALBAR.COM — Pembinaan warga binaan perlu menghasilkan keterampilan yang bernilai ekonomi dan dapat menjadi bekal untuk bekerja setelah bebas. Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, menilai model pembinaan di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang layak menjadi percontohan bagi lapas di daerah lain.
Baca juga:Temuan Fasilitas Khusus Berulang di Lapas Cibinong, Sibarani Dorong Evaluasi Sistem Pengawasan
Hal itu disampaikan Sibarani saat melakukan kunjungan kerja pada masa reses DPR RI untuk melihat langsung pelaksanaan pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam kunjungan tersebut, Sibarani meninjau Galeri Kegiatan Kerja yang menampilkan beragam produk hasil pembinaan, mulai dari bordir, konveksi, batik tulis, hingga ecoprint. Program ini memberi kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu kegiatan produktif yang dikembangkan adalah unit konveksi yang menerima pesanan dari masyarakat umum. Produk yang dihasilkan antara lain pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas lapangan (PDL), hingga pakaian tactical.
“Pembinaan seperti ini layak menjadi contoh bagi daerah lain. Warga binaan tidak cukup hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang dikuasai dan menghasilkan produk yang bisa dipasarkan,” ujar Sibarani.
Ia menekankan pentingnya memperluas akses pemasaran agar hasil karya warga binaan semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan produk di pasaran. Dukungan terhadap pemasaran juga dapat membuat kegiatan pembinaan lebih berkelanjutan.
Sibarani mengapresiasi Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang beserta jajaran yang mengembangkan pembinaan keterampilan secara produktif. Ia berharap praktik tersebut dapat diadaptasi oleh lapas di daerah lain sesuai potensi lokal dan kebutuhan pasar.
Sebagai mitra Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR RI akan terus mengawal penyelenggaraan pemasyarakatan agar pembinaan berjalan beriringan dengan keamanan, sekaligus mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan peluang hidup mandiri.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKEPATUHAN SYARIAH DALAM MEMBAYAR ZAKAT MASYARAKAT MUSLIM PESISIR KEPULAUAN DI KECAMATAN PULAU MAYA: SEBUAH KONSTRUKSI SOSIAL
- Oktober 19, 2026BeritaPT GAN Turun Tangan Bantu Pemadaman Karhutla di Lima Desa Kubu Raya
- Oktober 19, 2026BeritaBKOW Kalbar Luncurkan GATI: Perkuat Peran Keluarga Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak di Era Digital
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKonstruksi Sosial Hukum Adat Melayu Buyan: Penyatuan Tradisi dan Islam Demi Harmoni


2 komentar