ZONAKALBAR.COM – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap penerbangan internasional dari dan menuju Pontianak menjadi perhatian Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Maria Agustinus Sibarani. Ia mendorong kesiapan layanan keimigrasian dan koordinasi lintas instansi agar penumpang yang terdampak gangguan penerbangan tetap memperoleh informasi serta pelayanan yang jelas.
Berdasarkan pemberitaan Kompas pada 18 Oktober 2026, kabut asap di Bandara Supadio, Kalimantan Barat, menyebabkan pembatalan 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pergi-pulang pada periode 12–23 September 2026. Secara nasional, Kementerian Perhubungan mencatat 2.458 penerbangan terdampak karhutla hingga 17 Oktober 2026.
Menurut Sibarani, gangguan penerbangan internasional tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan, tetapi juga membutuhkan koordinasi pelayanan yang baik. Perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan dapat menimbulkan pertanyaan bagi penumpang, termasuk warga negara asing (WNA) yang perlu memahami prosedur keimigrasian sesuai kondisi perjalanan mereka.
“Dalam situasi seperti ini, pelayanan kepada penumpang harus tetap menjadi perhatian. Saya mendorong jajaran Imigrasi berkoordinasi dengan pengelola bandara dan maskapai agar informasi yang diberikan jelas, prosedurnya dipahami, dan penumpang terdampak mendapatkan arahan yang tepat,” ujar Sibarani.
Baca juga:Habitat Orangutan Terbakar di Ketapang, Sibarani Dorong Pemulihan
Ia menambahkan, kejelasan prosedur penting agar perubahan perjalanan tidak menimbulkan kebingungan, termasuk terkait pemenuhan ketentuan keimigrasian bagi warga negara asing. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing penumpang serta peraturan yang berlaku.
“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Namun, kesiapan pelayanan juga tidak boleh diabaikan. Koordinasi lintas instansi harus berjalan baik agar masyarakat mendapatkan kepastian ketika perjalanan mereka terganggu,” tegasnya.
Sibarani berharap koordinasi tersebut dapat memperkuat kesiapan pelayanan publik dalam menghadapi dampak karhutla. Menurutnya, penanganan dampak bencana perlu dilakukan secara terpadu agar konektivitas wilayah dan kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKEPATUHAN SYARIAH DALAM MEMBAYAR ZAKAT MASYARAKAT MUSLIM PESISIR KEPULAUAN DI KECAMATAN PULAU MAYA: SEBUAH KONSTRUKSI SOSIAL
- Oktober 19, 2026BeritaPT GAN Turun Tangan Bantu Pemadaman Karhutla di Lima Desa Kubu Raya
- Oktober 19, 2026BeritaBKOW Kalbar Luncurkan GATI: Perkuat Peran Keluarga Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak di Era Digital
- Oktober 19, 2026Cerita & OpiniKonstruksi Sosial Hukum Adat Melayu Buyan: Penyatuan Tradisi dan Islam Demi Harmoni


1 komentar