Calon Manager Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil di Singkawang, Kemenhan Buka Suara

ZONAKALBAR.COM – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait meninggalnya Nola Dya Sari, peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 yang mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Singkawang, Kalimantan Barat.

Nola merupakan peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan. Ia meninggal dunia setelah sempat mengalami sesak napas, demam, hingga akhirnya mengalami henti jantung saat menjalani perawatan medis.

Baca juag: Waspada! Ada Percobaan Penculikan Dua Siswi MTsN 1 Singkawang

Baca Juga: ProfilTjhai Chui Mie Wali Kota Singkawang, Perempuan Tionghoa Hebat!

Baca Juga: Singkawang Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan BLUD Lewat Implementasi e-BLUD

Baca Juga: Sekolah Rakyat Singkawang Belum Dibuka Tahun 2026, Ini Alasan Pemkot dan Nasib Calon Siswa yang Sudah Mendaftar

Mengikuti Kegiatan Tanpa Keluhan

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menjelaskan bahwa pada Jumat, 26 Juni 2026, Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas.

Selama proses pembelajaran berlangsung, tidak ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan maupun keluhan dari almarhumah.

Mulai Mengalami Sesak Napas dan Demam

Memasuki malam hari sekitar pukul 18.45 WIB, kondisi Nola mendadak berubah. Ia mengeluhkan sesak napas yang disertai badan terasa panas atau demam.

Tim kesehatan di Satdik segera memberikan penanganan awal sebelum memutuskan membawa Nola ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang

Sekitar pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD Rumah Sakit Singkawang dan langsung memperoleh penanganan medis.

Setelah kondisinya dinilai memerlukan perawatan lebih lanjut, tenaga medis kemudian merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Pada pukul 20.20 WIB, Nola tiba di rumah sakit rujukan tersebut dan segera ditangani oleh tim dokter.

Sempat Mengalami Henti Jantung

Di tengah proses perawatan, kondisi kesehatan Nola terus menurun hingga mengalami cardiac arrest atau henti jantung.

Tim medis melakukan berbagai tindakan penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru (CPR) serta kardioversi untuk mengembalikan fungsi jantung.

Namun seluruh upaya tersebut tidak berhasil.

Pada pukul 21.03 WIB, Nola Dya Sari dinyatakan meninggal dunia.

Sudah Lolos Tes Kesehatan

Kemenhan menegaskan seluruh peserta SPPI, termasuk Nola, telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti latihan dasar militer dan dinyatakan memenuhi syarat.

Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan Nola memiliki faktor kelebihan berat badan yang menjadi salah satu catatan medis.

Saat ini evaluasi kesehatan masih dilakukan guna mengetahui secara menyeluruh penyebab kondisi yang dialami almarhumah.

Kemenhan Perketat Pengawasan Kesehatan Peserta

Meninggalnya Nola menjadi bahan evaluasi serius bagi Kementerian Pertahanan.

Atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah langkah penguatan akan diterapkan, di antaranya:

  1. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko.
  2. Penyesuaian intensitas latihan sesuai kondisi kesehatan peserta.
  3. Penguatan pengawasan oleh tenaga medis selama kegiatan berlangsung.
  4. Peningkatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI.
  5. Latsarmil SPPI Bukan Pendidikan Prajurit
  6. Kemenhan juga menegaskan bahwa latihan dasar militer dalam Program SPPI bukan bertujuan mencetak prajurit TNI.

Program tersebut dirancang untuk membentuk karakter calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih agar memiliki disiplin, kepemimpinan, integritas, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat.

Korban Meninggal Bertambah Menjadi Lima Orang

Dengan meninggalnya Nola Dya Sari, jumlah peserta SPPI yang wafat selama mengikuti latihan dasar militer hingga 28 Juni 2026 menjadi lima orang.

Berikut daftar peserta yang meninggal dunia:

  1. Yonanda Muhammad Taufiq – meninggal pada 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest (henti jantung).
  2. Anisa Muyassaroh – meninggal pada 18 Juni 2026 dengan penyebab medis heat stroke.
  3. Novia Rahmadhani Sihotang – meninggal pada 22 Juni 2026 setelah mengalami infeksi paru atau pneumonia akibat virus.
  4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan – meninggal pada 25 Juni 2026. Hasil evaluasi medis masih didalami.
  5. Nola Dya Sari – meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengalami sesak napas, demam, dirujuk ke dua rumah sakit di Singkawang, dan mengalami henti jantung saat menjalani penanganan medis.
  6. Kementerian Pertahanan memastikan seluruh peserta sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur. Seiring bertambahnya jumlah korban menjadi lima orang, Kemenhan bersama Kementerian Kesehatan kini melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penelusuran kondisi kesehatan peserta lain yang masih mengikuti program SPPI.

Penulis

Ade Putra
Ade Putra
Ade Khairul Arya Putra adalah penulis zonaalbar.com, Media Informasi dan Jaringan Kalbar. Aktif menulis isu politik, ekonomi, pemerintahan, dan pembangunan daerah di Kalimantan Barat sejak 2026.
Visited 5 times, 5 visit(s) today