Hari Guru Sedunia, Franciscus Sibarani Tekankan Pentingnya Dukungan bagi Guru di Pedalaman

ZONAKALBAR.COM – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pilihan Kalimantan Barat 1, Franciscus Sibarani, menyampaikan penghargaan kepada para guru yang terus mengabdikan diri mendidik generasi muda, khususnya mereka yang bertugas di daerah pedalaman, perbatasan, dan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan di Kalimantan Barat.

Baca juga:Lewat PROKASI, Franciscus Sibarani Hadirkan Pilihan Pendidikan dan Karier bagi Anak Muda Kalbar

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2026. Momentum ini, menurutnya, tidak seharusnya berhenti pada ucapan terima kasih, tetapi juga menjadi pengingat untuk melihat kembali kondisi, pemerataan, dan kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Peringatan Hari Guru Sedunia 2026 mengangkat tema Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures. Tahun ini sekaligus menandai 60 tahun Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru. UNESCO menekankan bahwa perkembangan teknologi digital, perubahan iklim, isu inklusi, migrasi, hingga kondisi kerja menjadi tantangan baru yang turut memengaruhi status dan kemampuan guru dalam menjalankan profesinya.

Dalam pesan bersama Hari Guru Sedunia 2026, UNESCO, ILO, UNICEF dan Education International juga menyerukan pemerintah dan berbagai pihak untuk “berdiri bersama guru dengan meningkatkan status profesi”, sekaligus memastikan setiap guru memiliki dukungan untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan.

Baca juga:Franciscus Sibarani Perkuat Iklim Pendidikan dan Ketenagakerjaan Orang Muda Kalbar Lewat Program PROKASI

“Hari Guru Sedunia bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih. Kita juga harus memastikan guru-guru kita mendapatkan dukungan yang layak, terutama mereka yang mengabdi di pedalaman dan wilayah yang aksesnya tidak mudah. Jangan sampai kita meminta mereka mencerdaskan anak-anak bangsa, tetapi membiarkan mereka menghadapi berbagai keterbatasan seorang diri,” kata Sibarani.

Menurut Sibarani, seruan UNESCO tersebut juga relevan dengan kondisi pendidikan di Kalimantan Barat. Persoalan pemerataan tenaga pendidik masih menjadi tantangan nyata, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Bahkan di Kota Pontianak, pada Juli 2026 pemerintah kota mencatat masih terdapat kekurangan 484 tenaga pendidik yang tersebar di 113 sekolah dasar dan 28 sekolah menengah pertama di enam kecamatan. Pemerintah kota juga mencatat hampir 100 guru memasuki masa pensiun setiap tahunnya, sementara penerimaan guru ASN masih terbatas.

Tantangan menjadi semakin kompleks di daerah dengan kondisi geografis yang luas. Di Kabupaten Kubu Raya, keterbatasan tenaga guru menjadi tantangan dalam melayani sekitar 500 sekolah yang tersebar di wilayah dengan karakter geografis daratan dan kepulauan.

Baca juga:Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Santri Perempuan, Franciscus Sibarani Bersama PC Fatayat NU Kubu Raya Hadirkan PROKASI di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kumpai

Menurut Sibarani, kondisi tersebut menunjukkan persoalan tenaga pendidik bukan semata mengenai jumlah guru, tetapi juga bagaimana guru dapat tersebar secara lebih merata dan memperoleh dukungan yang sesuai dengan tantangan daerah tempat mereka mengabdi.

“Kalau di pusat kota saja kita masih menghadapi kekurangan guru, kita bisa membayangkan tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah yang berada jauh di pedalaman, perbatasan, atau wilayah kepulauan. Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Pemerataan pendidikan harus dimulai dari pemerataan tenaga pendidiknya,” kata Sibarani.

Ia menilai guru memiliki peran sangat menentukan dalam membuka kesempatan bagi anak-anak Kalimantan Barat untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, jarak tempat tinggal seorang anak dari pusat kota tidak semestinya menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya. Anak-anak di desa, pedalaman maupun kawasan perbatasan harus memiliki kesempatan belajar dan berkembang yang sama.

Baca juga:Franciscus Sibarani Buka Jalan Pendidikan ke Tiongkok Lewat Beasiswa Pendidikan, Tesar Wijaya dan Muhamad Aziz Cetak Sejarah untuk SMKN 1 Ketapang

“Anak yang lahir dan tumbuh di pelosok Kalimantan Barat punya mimpi yang sama besarnya dengan anak-anak di kota. Dan sering kali, orang pertama yang membantu mereka percaya bahwa mimpi itu bisa dicapai adalah gurunya,” kata Sibarani.

Karena itu, ia mendorong agar perhatian terhadap pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga memperkuat kualitas dan keberlanjutan sumber daya manusianya.

Pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru, dukungan terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta perhatian terhadap kesejahteraan guru harus berjalan beriringan.

Sibarani juga menilai perkembangan teknologi tidak mengurangi pentingnya keberadaan seorang guru. Sebaliknya, perubahan zaman membuat peran guru semakin penting dalam membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.

“Teknologi boleh berkembang semakin cepat, tetapi pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia. Guru bukan hanya menyampaikan pelajaran. Mereka membentuk karakter, menanamkan nilai, dan sering kali menjadi orang yang pertama melihat potensi dalam diri seorang anak,” kata Sibarani.

Baca juga:Mahasiswa Polnep Mulai Pembelajaran BBQ dengan Materi Hukum Nun Sukun dan Tanwin

Ia mengatakan pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Barat harus dimulai dari pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk berkembang. Karena itu, investasi terhadap guru merupakan investasi langsung terhadap masa depan daerah.

“Kalau kita ingin melihat lebih banyak anak Kalimantan Barat menjadi dokter, guru, insinyur, pengusaha, peneliti maupun pemimpin pada masa depan, maka hari ini kita harus berdiri bersama orang-orang yang mendidik mereka. Kita harus berdiri bersama para guru,” tegas Sibarani.

Ia berharap momentum Hari Guru Sedunia semakin memperkuat penghormatan masyarakat terhadap profesi guru sekaligus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada kebutuhan tenaga pendidik, terutama dalam pemerataan guru dan peningkatan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Untuk seluruh guru di Kalimantan Barat, terutama mereka yang mengabdi jauh dari pusat kota dan bekerja di tengah berbagai keterbatasan, terima kasih karena tetap menjaga harapan anak-anak kita. Pengabdian para guru adalah bagian penting dari perjalanan Kalimantan Barat menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Sibarani.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 1 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan