Perkuat Produktivitas Sawit Berkelanjutan, BPDP dan Ditjenbun bersama PT TKM Fasilitasi Pelatihan Budi Daya bagi Pekebun Kalbar melalui Program SDM Perkebunan 2026

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan. Sebagai wujud komitmen tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Titian Karsa Mandiri (TKM) ini berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, dengan melibatkan para pekebun yang berasal dari Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sekadau.

Pelatihan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang BPDP dalam meningkatkan kompetensi teknis pekebun kelapa sawit swadaya. Melalui penguatan kapasitas tersebut, BPDP mendorong lahirnya sumber daya manusia perkebunan yang mampu menerapkan praktik budidaya secara profesional, meningkatkan produktivitas lahan, mengoptimalkan efisiensi usaha, serta mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap tahapan pengelolaan kebun. Pengembangan kompetensi petani dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia agar tetap berdaya saing di masa mendatang.

IMG 20260716 WA0092

Kurikulum pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi para pekebun di lapangan dengan mengacu pada standar Good Agricultural Practices (GAP). Materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan utama dalam budi daya kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih dan bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, hingga pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan unsur hara dan nutrisi tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta teknik pemanenan yang benar untuk menjaga mutu hasil produksi dan memaksimalkan produktivitas kebun.

Agar proses transfer pengetahuan berlangsung secara optimal, BPDP menghadirkan para narasumber yang memadukan keahlian akademis dengan pengalaman panjang di sektor perkebunan kelapa sawit. Kombinasi perspektif ilmiah dan praktik lapangan tersebut memungkinkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus solusi yang aplikatif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun rakyat.

Dengan pendekatan tersebut, setiap materi yang disampaikan diharapkan dapat langsung diterapkan sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing peserta. Pelaksanaan pelatihan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik dan observasi lapangan.

Melalui metode ini, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teknik budidaya yang baik sekaligus mempraktikkan berbagai materi yang telah dipelajari di bawah pendampingan para instruktur. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan teknis sehingga dapat diterapkan secara mandiri dalam aktivitas perkebunan sehari-hari.

Seluruh rangkaian pembelajaran dikemas secara interaktif, komunikatif, dan partisipatif untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif. Selain memperkuat efektivitas penyampaian materi, metode dua arah tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring antarsesama pekebun, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Melalui fasilitasi Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit ini, BPDP berharap semakin banyak pekebun yang memiliki kompetensi teknis sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri. Peningkatan kapasitas di tingkat petani diyakini akan memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas nasional, mendorong penerapan praktik perkebunan yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dalam menghadirkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika industri perkebunan.

Melalui pelatihan yang menitikberatkan pada praktik lapangan dan kebutuhan nyata para pekebun, diharapkan lahir sumber daya manusia perkebunan yang semakin profesional, mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pahlawan devisa yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 1 times, 1 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan