PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Anggota DPR RI Komisi XIII, Franciscus M.A. Sibarani menggelar audiensi dengan BPJS Kesehatan Cabang Kota Pontianak pada Jumat, 5 Desember 2025.
Sibarani menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Kalimantan Barat terkait pelayanan kesehatan yang merupakan Hak asasi manusia seperti termuat dalam UUD Pasal 28 H Ayat 1.
Baca juga:BWI Kalbar Dorong Kota Pontianak Menjadi Kota Wakaf
Baca juga:Dari Cuti Kuliah ke Panggung Wisuda: Cerita Fila dan Peran Penting Sibarani
Ia menyebut masyarakat sangat berharap akses jaminan kesehatan oleh BPJS dapat terus diperbaiki, baik bagi segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun Non-PBI.
“Keluhan paling banyak yang disuarakan masyarakat saat jni berasal dari segmen PBI, yakni terkait layanan kepesertaan. Banyak terjadi kasus, dimana peserta PBI dinyatakan tidak aktif tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ujar Sibarani.
Pihak BPJS menjelaskan, status kepesertaan yang tiba-tiba menjadi non-aktif, disebabkan beberapa hal salah satunya akibat pergeseran basis data dari DTKS menjadi Data Tunggal Ekonomi Nasional. Akibatnya, lebih dari 160 ribu peserta se-Kalbar dinyatakan non-aktif karena proses perubahan data tersebut.
Baca juga:Desakan Mundur Gus Yahya sebagai Ketum PBNU: Konflik Internal dan Tuduhan Pelanggaran
BPJS terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait, yakni Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan untuk menyelesaikan permasalahan ini agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XIII yang turut membidangi Pemasyarakatan, Sibarani juga membuka ruang diskusi mengenai peningkatan jaminan kesehatan bagi warga binaan. “Ini bagian dari memastikan hak dasar seluruh warga negara terpenuhi. Saya senang BPJS Kesehatan sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut,” tambahnya.
Sibarani menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat layanan publik. “Walaupun BPJS bukan mitra langsung Komisi XIII, kami tetap ingin menghadirkan kontribusi terbaik. Kolaborasi selalu menjadi jalan yang paling efektif untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca juga:Ratusan Penerima Bansos di Kubu Raya Dicoret Akibat Judi Online
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Pontianak, dr. Evi Retno Nurlianti, mengapresiasi perhatian dan dukungan Sibarani terhadap kualitas layanan kesehatan di Kalbar. “Masukan yang beliau sampaikan sangat membantu kami memperkaya perspektif mengenai kondisi di lapangan. Kami siap memperkuat koordinasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Sibarani menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata. Ia berharap pertemuan ini memberi dampak positif bagi pemenuhan hak kesehatan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat.
Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang, Aji Satrio Jati melalui sambungan daring, beserta jajaran BPJS Cabang Kota Pontianak dan Singkawang.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 16, 2026BeritaIMMSAH dan Dosen Agama Polnep Bahas Penguatan Mentoring, ISC, dan Literasi Al-Qur’an
- Agustus 15, 2026BeritaPresiden Prabowo Tegaskan Pangan Nasional Aman, Franciscus Sibarani: Kesiapan Hadapi El Niño Harus Sampai Daerah
- Agustus 14, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Masyarakat Kalbar Manfaatkan Layanan Hukum dan Kekayaan Intelektual
- Agustus 13, 2026BeritaDari Desa Paoh Concong Pedalaman Ketapang ke Tiongkok, Franciscus Sibarani Buka Jalan Pendidikan Bagi Anak Kalimantan Barat

