PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Penelitian dan Inovasi Daerah (Baperida) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menyelenggarakan Seminar Akhir Penelitian beratajuk Model Pemanfaatan Aset Daerah sebagai Alternatif Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Ibis Pontianak City Center pada Selasa, 8 September 2026.
Seminar ini menyoroti pentingnya pengoptimalan Barang Milik Daerah (BMD), khususnya aset-aset idle (tidak produktif), agar bertransformasi dari sekadar beban pemeliharaan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru serta sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan.
Baca juga:Hari Guru Sedunia, Franciscus Sibarani Tekankan Pentingnya Dukungan bagi Guru di Pedalaman
Baca juga:TIM QUR’ANA KALBAR Bersinergi Cetak Mentor Al-Qur’an melalui Program POLNEP QUR’ANIC MENTOR
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Erwin, M.Ag., didampingi anggota tim Dr. Usman, M.Pd., Dr. Muhammad Lutfi Hakim, M.H., dan Didi Darmadi, S.Pd., M.Lett, M.Pd. menjelaskan bahwa dari 41 aset potensial yang teridentifikasi, kajian ini memfokuskan lokus pada lahan seluas 1,6 hektar di Jalan Katulistiwa, Siantan Hilir, Pontianak Utara.
“Aset di Jalan Katulistiwa ini memiliki posisi yang sangat strategis di kawasan tepi Sungai Kapuas, dekat dengan pasar, serta dikelilingi berbagai destinasi wisata seperti Tugu Katulistiwa, Keraton Kadriah, Makam Batu Layang, dan Kampung Tenun,” ujar Prof. Erwin.
Tim peneliti menawarkan konsep pengembangan terpadu bertajuk Integrated Waterfront Community Economic Center. Model ini menempatkan gedung serbaguna sebagai penggerak utama (anchor business), yang nantinya diintegrasikan secara bertahap dengan sentra UMKM, ruang publik, fasilitas olahraga, kawasan kuliner, dan wisata air.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Baperida Provinsi Kalbar, Dr. Vincensia Septiani Isa Sulistia Putri, S.I.P., M.Si., saat membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan perguruan tinggi ini. Ia menegaskan perlunya pergeseran paradigma dari sekadar memelihara (asset holding) menuju pengelolaan aset sebagai pusat laba (profit center) dan penciptaan nilai (value creation).
“Optimalisasi aset pemerintah tidak identik dengan komersialisasi total. Kita harus menjaga keseimbangan antara manfaat finansial, manfaat ekonomi, dan public value bagi masyarakat,” tegas Dr. Vincensia. Ia juga mengingatkan agar kajian ini memperjelas batasan antara potensi penerimaan teoretis dan kontribusi riil terhadap PAD.
Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber pembahas dan penanggap ahli untuk mempertajam hasil riset, di antaranya: dari perwakilan Kanwil DJKN Kalimantan Barat Ibu Prima, yang menekankan pentingnya pengujian Highest and Best Use (HBU) yang mencakup aspek legal, fisik, finansial, dan produktivitas maksimal sebelum keputusan investasi diambil.
Selanjutnya perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Prov. Kalbar, Ibu Asih, yang memaparkan tantangan penertiban aset idle yang kerap dikuasai masyarakat, serta langkah percepatan sertifikasi aset yang tengah digalakkan pemerintah daerah.
Kabid Perencanaan Perekonomian dan SDA Baperida Kalbar, Dr. Eka Wulandari, yang memberikan catatan mendalam terkait konsistensi data, penguatan metodologi akademik, dan penyelarasan rekomendasi kebijakan dengan dokumen perencanaan pembangunan makro (RPJMD/RKPD).
Praktisi dan Akademisi juga memberikan masukan untuk pemanfaatan aset tersebut untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, termasuk masukan dari unsur HIPMI Pontianak, yang menyoroti pentingnya kalkulasi multiplier effect ekonomi regional serta kelayakan bisnis bagi calon investor.
Melalui forum ilmiah ini, pemerintah dan akademisi berharap rekomendasi model pemanfaatan aset daerah tidak berhenti sebagai dokumen di atas meja. Hasil kajian ini diproyeksikan menjadi kompas strategis dan peta jalan (roadmap) investasi yang matang, akuntabel, serta mampu menggerakkan perekonomian lokal secara optimal di Kalimantan Barat.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Oktober 13, 2026BeritaTransformasi Aset Tidur Jadi Mesin Ekonomi: Pemprov Kalbar dan IAIN Pontianak Gelar Seminar Penelitian Pemanfaatan Aset Daerah
- Oktober 12, 2026BeritaHari Jadi ke-27 Landak, Sibarani Ajak Perkuat Sinergi Membangun Daerah
- Oktober 11, 2026BeritaGereja Stasi Sendoreng Diresmikan, Sibarani: Sukacita bagi Umat Katolik di Pedalaman Kalbar
- Oktober 11, 2026BeritaFranciscus Sibarani Sambut Peresmian Paroki Supadio, Harapkan Pelayanan Gereja Semakin Dekat dengan Umat

