ZONAKALBAR.COM – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, menyambut positif penegasan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026), bahwa kondisi pangan Indonesia aman dan Indonesia siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk fenomena El Niño yang berpotensi kuat tahun ini.
Baca juga:Franciscus Sibarani Dorong Masyarakat Kalbar Manfaatkan Layanan Hukum dan Kekayaan Intelektual
Menurut Sibarani, ketahanan pangan nasional merupakan modal penting bagi Indonesia menghadapi ketidakpastian global. Namun, ketahanan tersebut perlu diikuti kesiapan daerah dalam menghadapi dampak perubahan cuaca.
“Pernyataan Presiden bahwa pangan kita dalam kondisi aman tentu patut kita syukuri. Tetapi kita juga tidak boleh lengah. El Niño harus diantisipasi sampai ke daerah, karena dampaknya bukan hanya soal pangan, tetapi juga menyangkut air, pertanian, perkebunan, karhutla, dan kehidupan masyarakat,” ujar Sibarani.
Ia menilai Kalimantan Barat perlu mendapat perhatian dalam menghadapi potensi dampak El Niño. Berkurangnya curah hujan dan kondisi lahan yang semakin kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, sekaligus mempersempit ketersediaan sumber air untuk penanganan di lapangan.
Baca juga:Kabut Asap Melanda Kalbar, Jangan Panik! Ini 7 Cara Jaga Kesehatan
“Yang kita hadapi bukan hanya persoalan titik api. Ketika kemarau semakin panjang, sumber air juga menjadi persoalan. Bahkan sejumlah sungai dan sumber air mulai mengalami penyusutan. Ini harus menjadi perhatian dalam kesiapan menghadapi karhutla,” katanya.
Menurut Sibarani, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi El Niño harus dibangun sebelum situasi semakin sulit. Pemantauan kondisi lahan, ketersediaan sumber air, titik panas, dan kesiapan masyarakat perlu diperkuat secara bersamaan.
“Ketika kemarau panjang, persoalannya bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi dari mana air untuk memadamkannya. Karena itu, kesiapan harus dilakukan sebelum situasi semakin sulit,” tegasnya.
Di sisi lain, Sibarani menekankan bahwa pencegahan harus menjadi bagian utama dari kesiapsiagaan. Perusahaan perkebunan, perusahaan HTI, maupun masyarakat yang hendak membuka lahan diminta tidak melakukan pembakaran dalam kondisi kemarau.
“Jangan menunggu sampai api muncul. Perusahaan dan masyarakat harus sama-sama menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran. Pencegahan jauh lebih penting daripada baru bergerak ketika kebakaran sudah meluas,” ujarnya.
Sibarani juga mengingatkan bahwa dampak El Niño dapat berantai terhadap kehidupan dan ekonomi masyarakat. Kekeringan dapat menekan pertanian dan perkebunan, sementara karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak pada kualitas udara dan kesehatan.
Baca juga:Sujiwo Didesak Mundur, Pimpinan DPRD: Rakyat Kubu Raya 90% Puas dengan Kinerja Beliau
“Ketahanan pangan nasional harus kita jaga bersamaan dengan ketahanan masyarakat di daerah. Kalau kita bicara pangan aman, kita juga harus memastikan daerah produksi memiliki air yang cukup dan masyarakat mampu menghadapi tekanan cuaca ekstrem,” katanya.
Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan satuan tugas karhutla, terutama selama periode kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran.
“Kita menyambut baik kesiapan pemerintah sebagaimana disampaikan Presiden. Sekarang yang penting adalah memastikan kesiapan tersebut benar-benar sampai ke daerah. Pangan kita aman, dan itu harus kita pertahankan. Karena itu, kita tidak boleh lengah menghadapi El Niño,” pungkas Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 15, 2026BeritaPresiden Prabowo Tegaskan Pangan Nasional Aman, Franciscus Sibarani: Kesiapan Hadapi El Niño Harus Sampai Daerah
- Agustus 14, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Masyarakat Kalbar Manfaatkan Layanan Hukum dan Kekayaan Intelektual
- Agustus 13, 2026BeritaDari Desa Paoh Concong Pedalaman Ketapang ke Tiongkok, Franciscus Sibarani Buka Jalan Pendidikan Bagi Anak Kalimantan Barat
- Agustus 12, 2026BeritaDari Sekucing Labai Kabupaten Ketapang di Pedalaman Kalimantan Barat, Franciscus Sibarani Hidupkan Kembali Mimpi Kuliah Dhenty Yang Tertunda

