Hadir sebagai Wakil Ketua Majelis Pakar MDI, Franciscus Sibarani Dorong Dakwah Inklusif di Milad MDI Purworejo

PURWOREJO, ZONAKALBAR.COM – Wakil Ketua Majelis Pakar Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Franciscus Sibarani, mengapresiasi pelaksanaan Milad ke-48 MDI yang dirangkai dengan Grand Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah.

Baca juga:Milad ke-48 MDI Raih Guinness World Record, Franciscus Sibarani Sebut Golkar Komitmen Buka Ruang Prestasi Tanpa Diskriminasi 

Kehadiran Sibarani dalam momentum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap langkah MDI dalam menghadirkan dakwah yang lebih inklusif, humanis, dan memberi ruang yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas.

Sejak awal, Sibarani mendorong dan mendukung pelaksanaan MTQ serta Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar rangkaian perayaan Milad MDI, melainkan gerakan moral untuk menyampaikan pesan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak, martabat, dan kesempatan yang sama untuk tampil, belajar, berdakwah, berkarya, dan berprestasi.

Baca juga:Dukung BPIP, Franciscus Sibarani Minta Negara Perkuat Anggaran Pembinaan Pancasila

“Milad MDI di Purworejo ini memberi pesan yang sangat kuat bahwa dakwah harus hadir untuk semua. Penyandang disabilitas bukan kelompok yang harus dipandang dengan belas kasihan, tetapi saudara-saudara kita yang memiliki kemampuan, ketekunan, dan potensi luar biasa untuk berprestasi,” ujar Sibarani.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa MDI tidak hanya menjalankan fungsi dakwah secara seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan ruang pembinaan, pemberdayaan, dan pengakuan terhadap kelompok yang selama ini masih kerap menghadapi hambatan sosial.

Sibarani menyebut, penyandang disabilitas harus mendapatkan akses yang sama di segala bidang. Mereka tidak boleh terabaikan dari hak-haknya, baik dalam pendidikan, kegiatan keagamaan, pekerjaan, pelayanan publik, maupun ruang-ruang sosial lainnya.

Baca juga:Ketua PKC PMII Kalbar Tegaskan Pentingnya Profesionalisme Instruktur dalam PIW dan Rakorda 2026

“Kita ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas memperoleh ruang yang layak untuk berkembang. Mereka harus diberi akses, diberi kesempatan, dan diberi kepercayaan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Kegiatan Milad MDI tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama jajaran pengurus Partai Golkar, sejumlah anggota DPR RI, tokoh masyarakat, pengasuh pesantren, dan para tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa agenda dakwah, kepedulian sosial, dan pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam kesempatan itu, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus memperoleh ruang dan akses yang sama dalam berbagai bidang kehidupan.

Baca juga:Franciscus Sibarani Suarakan Keprihatinan Terkait Fasilitas Lapas Anak di Kubu Raya dan Siklus Banjir Pasang Sungai Kapuas

“Kita ingin menyebarkan pesan bahwa kaum disabilitas harus mendapatkan akses di segala bidang. Mereka tidak boleh terabaikan dari hak-hak mereka sebagai warga negara,” ujar Bahlil.
Bahlil juga mendorong agar Partai Golkar, khususnya Fraksi Partai Golkar di DPR RI, ikut memastikan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas berjalan secara nyata dan berkelanjutan.

“Kalau memang diperlukan, Golkar harus menginisiasi penguatan regulasi terkait penyandang disabilitas. Kalau undang-undangnya sudah ada, kita harus cek seberapa efektif pelaksanaannya dan sejauh mana aturan itu sudah sempurna menjawab kebutuhan mereka. Jika masih ada kekurangan, Fraksi Golkar harus merumuskan perbaikan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Sibarani menyambut baik pesan tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan dari Milad MDI di Purworejo harus terus diperluas agar masyarakat semakin sadar bahwa penyandang disabilitas bukan kelompok yang boleh dipinggirkan, melainkan bagian penting dari bangsa yang memiliki hak dan kesempatan yang sama.

Baca juga:Hak Siar Rp1,3 Triliun Tidak Boleh Berujung pada Beban Tambahan bagi Masyarakat

“Dukungan kepada penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada acara ini saja. Pesan dari Purworejo harus kita bawa lebih luas, bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk tumbuh, maju, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Sibarani.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengurus Pusat MDI, panitia pelaksana, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, para pendamping, pemerintah daerah, serta seluruh peserta dari berbagai daerah yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai ruang syiar, prestasi, dan pemberdayaan.

Sibarani menilai keberhasilan MDI menghadirkan kegiatan berskala nasional bagi penyandang disabilitas merupakan capaian penting. Terlebih, penyelenggaraan MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas tersebut turut mendapat pengakuan rekor dunia sebagai kompetisi keagamaan ramah disabilitas terbesar yang digelar di lingkungan pesantren.

Baca juga:Hadiri Launching Core Business Perumda Kubu Raya, Franciscus Sibarani Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi MDI, tetapi juga kebanggaan bagi Indonesia. Dari Purworejo, kita melihat bahwa pesantren, organisasi dakwah, pemerintah, partai politik, dan masyarakat bisa bersinergi menghadirkan ruang yang bermartabat bagi penyandang disabilitas,” ucapnya.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas membutuhkan dukungan nyata, bukan hanya pengakuan simbolik. Dukungan itu dapat berupa akses pendidikan, ruang tampil, pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, bantuan usaha, akses teknologi, serta lingkungan sosial yang lebih ramah dan terbuka.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk maju. Mereka harus diberi ruang untuk belajar, berdakwah, berkarya, dan berprestasi. MDI harus terus menjadi bagian dari gerakan besar untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” katanya.

Baca juga:Sekolah Rakyat Singkawang Belum Dibuka Tahun 2026, Ini Alasan Pemkot dan Nasib Calon Siswa yang Sudah Mendaftar

Sibarani berharap Milad ke-48 MDI menjadi momentum untuk memperluas gerakan dakwah inklusif ke berbagai daerah. Ia menilai, semangat yang lahir dari Purworejo harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam membangun kehidupan sosial-keagamaan yang lebih adil, ramah, dan menghargai martabat setiap manusia.

Visited 7 times, 1 visit(s) today